Misteri, Ada 7 Kejanggalan yang Ditemukan soal Sekeluarga Tewas di Kalideres

Misteri, Ada 7 Kejanggalan yang Ditemukan soal Sekeluarga Tewas di Kalideres
Sekeluarga Tewas di Kalideres: Ini 7 Kejanggalan yang Ditemukan | Foto: Ilham Oktafian/detikcom

NUSADAILY.COM – JAKARTA - Kasus sekeluarga tewas di Kalideres hingga kini masih menjadi misteri. Empat mayat satu keluarga itu ditemukan dalam kondisi 'mengering' di dalam rumah di Perum Citra Garden I Extension, Kalideres, Jakarta Barat.

Polisi mengungkap hasil autopsi empat sekeluarga tewas 'mengering' di Kalideres diduga karena 'tidak makan dan minum cukup lama'. Dari hasil autopsi juga tidak ditemukan tanda-tanda bekas kekerasan. Selain itu, keempatnya tewas dalam waktu berbeda dalam 3 minggu.

BACA JUGA: Ketua RT Sebut Sekeluarga Tewas di Jakbar Sangat Tertutup dengan Warga Lain


Dilansir dari detikcom, berikut ini hal-hal yang tidak biasa atau kejanggalan yang ditemukan sejauh ini terkait fakta kematian sekeluarga 'mengering' di Kalideres.

1. Terkunci di Dalam Rumah dan Keadaan Rumah Rapi
Empat orang sekeluarga tewas di Kalideres ditemukan di dalam rumah sendiri dalam keadaan rumah itu terkunci dari dalam. Di dalam rumah tersebut ditemukan mayat 4 orang terdiri dari dua laki-laki dan dua perempuan.

Keempat mayat anggota keluarga itu ditemukan polisi saat melakukan pengecekan di lokasi pada Kamis (10/11) malam, setelah mendapatkan informasi warga yang mencurigai adanya bau tak sedap dari dalam rumah tersebut. Polisi juga mengungkap kondisi rumah yang ditempati dalam keadaan rapi.

2. 4 Mayat Ditemukan 'Mengering' di 3 Ruangan Berbeda
Polisi mengungkapkan empat mayat itu ditemukan dalam kondisi sudah mengering. "(Kondisi jasad) tinggal tulang sama kulit, udah kering," ujar Kasie Humas Polres Metro Jakarta Barat Kompol Taufik.

Taufik mengatakan diperkirakan keempat orang tewas sudah lama. Hal ini mengingat kondisi empat mayat sekeluarga itu sudah mengalami mengering hingga tulang belulang terlihat.

Empat mayat sekeluarga itu ditemukan tergeletak di 3 ruangan yang berbeda, ada yang di kamar dan ada yang di ruang tamu. Identitas empat mayat sekeluarga tewas di Kalideres itu bernama Rudyanto Gunawan (71), Margaretha (68), Budianto Gunawan (68), dan Dian (42).

3. Waktu Kematian 4 Orang Beda-beda dalam 3 Minggu
Menurut hasil otopsi keempat sekeluarga tewas di Kalideres itu tidak ditemukan tanda-tanda bekas kekerasan dan diduga tewas karena 'tidak makan dan minum cukup lama'. Keempatnya tewas dalam waktu yang berbeda.

"Ini dari bapaknya, ibunya, serta dari iparnya ini waktu berbeda meninggalnya, sehingga pembusukannya masing-masing berbeda," kata Pasma.

Dari hasil autopsi di RS Polri Jakarta Timur, keempatnya diperkirakan tewas sejak 3 minggu yang lalu. "Keterangan dari dokter forensik bahwa kematian ini dari 3 minggu yang lalu," tutur Pasma.

4. Tak Ada Sisa Makanan dan Sempat Minta Putus Listrik
Penyebab satu keluarga tewas di Kalideres, Jakbar, masih didalami pihak kepolisian. Dugaan sementara, sekeluarga tewas karena tidak makan dan minum cukup lama. Hal ini diperkuat hasil olah TKP yang tidak ditemukan sama sekali sisa makanan di dalam rumah tersebut.

Selain itu, diketahui salah satu anggota keluarga itu sempat berkomunikasi dengan petugas PLN pada 4 Oktober 2022 dan meminta aliran listrik di rumahnya untuk diputus. Pada 27 Oktober 2022, petugas PLN pun menghubungi pemilik rumah tersebut. Namun, saat itu sudah tidak bisa dihubungi sama sekali.

5. Soal Temuan Lilin, Kapur Barus, dan Bedak Tabur
Terkait adanya temuan lilin, kapur barus, hingga bedak tabur di rumah sekeluarga tewas di Kalideres, polisi membenarkan hal tersebut. Kapolsek Kalideres AKP Syafri Wasdar mengungkapkan kapur barus dan bedak itu untuk menghilangkan bau mayat.

"Itu ditemukan ada beberapa bekas bedak bayi dan kapur barus. Menurut dokter, itu untuk menghilangkan bau," katanya.

Sebelumnya, Ketua RT setempat, Asiung, mengungkap di rumah tersebut terdapat lilin, kapur barus, hingga bedak. "Ya, betul. Ditemukan di atas meja itu (ada) kapur barus sama lilin. Di meja makan posisinya, mejanya meja kaca. (Diwadahi) pakai mangkuk," katanya.

6. Tak Bertemu dengan Keluarga Inti Sejak 5 Tahun Lalu
Menurut keterangan adik salah satu korban tewas sekeluarga di Kalideres bernama Margaretha (68), Ris Astuti (64), ke polisi, sekeluarga tersebut terkesan menjauhkan diri dari keluarga inti. Keluarga itu sudah lama tidak berkomunikasi sekitar satu tahun lalu dan sudah tidak bertemu sejak lebih dari 5 tahun lalu.

"Kalau kita melihat apa yang kita sudah periksa saksi ya, diperiksa di Kalideres, keterangan warga sekitar, RT, dan petugas jumantik, keluarga ini memang tertutup, tidak berkomunikasi dengan warga sekitar," katanya.

Ris Astuti juga mengungkapkan terkait kondisi ekonomi kakaknya tergolong cukup mampu. "Sedeng-sedeng aja, nggak ada keluhan atau sebagainya. Ya istilahnya standarlah, umum," ungkapnya.

7. Misteri Mobil Hilang hingga Bon Katering di Rumah
Soal mobil yang 'hilang' ini sempat disinggung oleh Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pasma Royce. Pasma mengatakan pihaknya saat ini masih mendalami soal mobil yang 'hilang' itu. "Untuk mobil yang hilang masih dalam penyelidikan, pendalaman, karena kan ini tidak ada yang mengetahui," ujar Pasma.

Ketua RT setempat, Asiung, mengetahui jika keluarga tersebut memiliki 1 unit mobil dan 1 unit motor. Tetapi, kendaraan tersebut tidak ditemukan di TKP dan menduga keluarga tersebut menjual mobilnya.

BACA JUGA: Ketua RT Ungkap Kondisi Rumah Sekeluarga Tewas di Jakbar, Ditemukan Lilin-Kapur Barus


Asiung juga meragukan sekeluarga tewas di Kalideres karena kelaparan. Sebab, dari hasil olah TKP diketahui adanya bon katering, yang artinya, mereka mengkonsumsi makanan.

Selain itu, Asiung mengatakan ada salah satu warganya yang pernah melihat salah satu anggota keluarga itu pernah memesan makanan secara daring. "Itu tiga minggu lalu ada warga saya yang lihat dia pesan GrabFood, berarti kan ada makan dan itu ditemukan bon-bon katering ya. Itu yang ditemukan Polsek Kalideres," ungkapnya.

Selanjutnya, keempat mayat sekeluarga tewas di Kalideres itu akan dikremasi pada Senin, 14 November 2022. Jadwal tersebut berubah dari yang sebelumnya ditentukan, yakni Minggu, 13 November 2022.(eky)