Miris! Korban Gempa Cianjur Dirikan Tenda Pengungsian di Area Kuburan

Warga korban gempa terlihat memanfaatkan lahan kosong di area kuburan itu untuk mendirikan tenda seadanya.

NUSADAILY.COM – CIANJUR - Warga yang menjadi korban gempa M 5,6 di Cianjur, Jawa Barat, mendirikan tenda pengungsian di area kuburan. Ada enam tenda berukuran sedang hingga besar yang berdiri di arena pemakaman umum Kampung Rawa Cina, Nagrak, Cianjur

Dilansir Antara, Rabu (23/11/2022), tenda itu didirikan warga secara mandiri sebagai tempat pengungsian. Lokasi tersebut berada di Jalan Kampung Rawacina Kaler

BACA JUGA : Jumlah Korban Tewas Gempa Cianjur Kini 271 Jiwa!

Sepanjang jalan, tampak banyak rumah warga ambruk. Warga mengatakan area kuburan itu menjadi satu-satunya lokasi yang bisa dijadikan tempat pengungsian.

"Udah nggak ada tempat lagi, ini satu-satunya tempat yang bisa digunakan mengungsi," kata Ketua RT 02 RW 16 Kampung Rawa Cina, Omay (54).

Warga korban gempa terlihat memanfaatkan lahan kosong di area kuburan itu untuk mendirikan tenda seadanya. Mereka terlihat membentang terpal di atas tanah kuburan.

Di samping tenda-tenda pengungsian itu terdapat kuburan-kuburan yang bernisan. Menurut Omay, warga korban gempa yang meninggal dunia juga dimakamkan di lokasi tersebut.

BACA JUGA : Gempa Bumi M 7,3 di Filipina, Bangunan Hancur dan Listrik Terputus

"Ada 11 kuburan baru, semuanya korban gempa yang meninggal," ujarnya.

Omay menyebutkan ada sekitar 200 jiwa yang mengungsi di area kuburan tersebut. Menurut dia, posko pengungsian yang didirikan instansi pemerintah terlalu jauh untuk dicapai.

"Susah kalau di posko itu, nggak ada kamar mandinya juga," kata Omay.

Omay mengatakan dia dan warganya sudah berada di tenda pengungsian itu selama 3 hari. Kondisi di tenda tersebut minim penerangan karena listrik belum menyala.

Polri telah mengerahkan anggota Brimob dari Resimen II Pelopor Kedung Halang Bogor untuk mendirikan tenda pleton. Sebanyak 30 personel Brimob Resimen II Pelopor mengirimkan dua unit tenda pleton yang mampu menampung 30 orang dalam satu tenda.

"Ada dua tenda pleton yang kami pasang di lokasi untuk warga bisa lebih nyaman mengungsi. Karena ini hari hujan, warga masih banyak yang bertahan di pinggiran jalan dekat rumahnya," kata Komandan Pleton SAR (Danton) Resimen II Pasukan Pelopor Korp Brimob Ipda Sutrisno.(ros)