Miris! Komplotan Penipu di Taiwan Penjarakan hingga Lecehkan Pencari Kerja

Polisi Taipei baru-baru ini ungkap kasus kelompok penipuan yang memenjarakan dan menyalahgunakan pelamar kerja. Polisi berhasil mengangkap beberapa tersangka dan menyelamatkan 58 korban. Diduga terdapat tiga korban ditemukan tewas dan mayat mereka ditinggalkan di pegunungan.

NUSADAILY.COM-TAIPEI- Polisi Taipei baru-baru ini ungkap kasus kelompok penipuan yang memenjarakan dan menyalahgunakan pelamar kerja. Polisi berhasil mengangkap beberapa tersangka dan menyelamatkan 58 korban. Diduga terdapat tiga korban ditemukan tewas dan mayat mereka ditinggalkan di pegunungan.

BACA JUGA: Raja Charles Ancam Cabut Gelar Bangsawan Pangeran Harry-Meghan...

Melansir new.qq.com, menurut laporan media Taiwan, polisi New Taipei City memecahkan kasus kelompok penipuan yang memenjarakan dan menyalahgunakan pelamar kerja pada tanggal 1 November, dan menyelamatkan 26 orang, berusia antara 23 dan 58 tahun.

Kemudian Brigade Polisi Kriminal New Taipei City memperluas penyelidikan, 32 korban lagi diselamatkan di malam hari. Polisi menyita borgol, belenggu, tongkat listrik, tongkat baseball dan barang-barang lainnya di TKP, dan menangkap beberapa tersangka.

Dalam proses penyelidikan, polisi menemukan beberapa korban mengalami luka-luka lalu membawa mereka ke dokter, sementara yang lain dibawa kembali untuk dilakukan pendataan. 

Korban mengungkapkan bahwa tiga orang diduga disiksa dan meninggal, serta dibawa keluar rumah oleh anggota kelompok penipuan dan dibuang. 

Polisi menggeledah semalam dan menemukan dua mayat pada siang hari pada tanggal 4 di Distrik Guishan, Taoyuan, yang telah dilaporkan ke jaksa untuk penyelidikan.

BACA JUGA: Calon PM Inggris Rishi Sunak Janji Akan Bersikap Keras ke China!

Menurut laporan, kelompok penipuan mengirim informasi di situs jejaring sosial "rekrutmen", dengan mengklaim bahwa ada lowongan dengan bayaran tinggi mulai dari NT$50.000 hingga NT$200.000. 

Kelompok penipuan akan meminta korban untuk mengajukan rekening bank online sebagai rekening kepala penipu, dan kemudian mentransfer pendapatan penipuan korban ke rekening lain dan menariknya. (mdr2/lna)