Video Viral Pengakuan Jaksa Disuap Terkait Rizieq, Hoaks

  • Whatsapp
Jaksa Agung ST Burhanuddin di kantor Kejaksaan Agung, Jakarta. (CNN Indonesia/ Michael Josua)

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Kapuspenkum Kejaksaan Agung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak, membantah sebuah rekaman video viral soal pengakuan jaksa yang disuap.

Dalam rekaman video yang viral di media sosial itu disertakan narasi bahwa jaksa tersebut adalah salah satu yang menangani kasus Rizieq Shihab yang kini sedang disidangkan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

Bacaan Lainnya

BACA JUGA : Petugas Kepolisian Amankan Jalannya Sidang Rizieq Shihab – Nusadaily.com

“Bahwa video penangkapan seorang oknum Jaksa oleh Tim Saber Pungli Kejaksaan Agung adalah peristiwa yang terjadi pada bulan November tahun 2016 yang lalu. Dan bukan merupakan pengakuan Jaksa yang menerima suap kasus sidang Habib Rizieq Sihab. Bahwa penangkapan oknum Jaksa AF di Jawa Timur tersebut terkait dengan pemberian suap dalam penanganan perkara Tindak Pidana Korupsi Penjualan Tanah Kas Desa di Desa Kali Mook, Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur,” demikian keterangan Leonard yang diterima Sabtu (20/3).

Adapun pejabat yang memberi penjelasan soal penangkapan AF tersebut, dijelaskan Leonard, adalah jaksa Yulianto yang kala itu Kepala Sub Direktorat Tindak Pidana Korupsi pada Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus.

BACA JUGA : Pengacara Habib Rizieq Adu Argumen dengan Polisi Karena Tertahan Diluar PN Jaktim – Beritaloka.com

“Bahwa pejabat yang menjelaskan penangkapan oknum Jaksa AF pada video tersebut adalah Bapak Yulianto, SH MH, yang saat ini sudah menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (NTT),” kata Leonard.

Oleh karena itu narasi dalam rekaman video yang viral tersebut, kata Leonard, bisa dikategorikan kabar palsu alias hoaks. Pihaknya pun meminta tak lagi menyebar rekaman video dengan narasi hoaks tersebut.

BACA JUGA : Satu Persatu Simpatisan Rizieq Shihab Tinggalkan PN Jakarta Timur – Noktahmerah.com

Ancaman Undang-undang

“Kami juga meminta agar masyarakat tidak membuat berita atau video atau informasi yang tidak benar kebenarannya. Serta menyebar-luaskannya kepada masyarakat melalui jaringan media sosial yang ada,” ujarnya.

Atas penyebaran konten hoaks lewat media sosial, Leonard mengingatkan akan ancaman Undang Undang Nomor 19 Tahun 2016. Tentang Perubahan Atas Undang Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik khususnya pasal 45A ayat (1).

Sebagai informasi, Rizieq kini sedang menjadi pesakitan sebagai terdakwa dalam tiga perkara yang tengah disidangkan di PN Jaktim.  Tiga perkara itu adalah kasus kerumunan Petamburan, kerumunan Megamendung, dan kebohongan atas hasil tes swab risiko Covid-19 di RS Ummi Bogor.(sir)