Vaksin Gotong Royong Akan Dilaksanakan Setelah Lebaran

  • Whatsapp
Vaksin Gotong Royong
Vaksin Gotong Royong
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Sebagai dukungan dunia usaha kepada pemerintah dalam upaya pemerataan vaksin Covid-19, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) akan menggelar program Vaksinasi Gotong Royong. 

Vaksinasi Gotong Royong yang diusulkan oleh Kadin Indonesia adalah program vaksin untuk karyawan swasta dan anggota keluarga. Adapun seluruh biaya vaksin ditangung oleh masing-masing perusahaan yang mendaftar. 

Baca Juga

BACA JUGA : Vaksinasi Gotong Royong Untuk Buruh Ditargetkan Mulai 17 Mei – Nusadaily.com

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Bidang Pengembangan Pengusaha Nasional Arsjad Rasjid mengatakan, kesehatan merupakan tulang punggung perekonomian nasional dan harus diprioritaskan. 

“Tanpa peran aktif swasta, perekonomian akan rentan atau rapuh,” ujar Arsjad dalam keterangan resmi dikutip oleh Nusadaily.com yang diterima Kompas.com, Jumat (14/5). 

Sebagai informasi, saat ini terdapat dua pilihan merek vaksin dalam program tersebut, yakni Sinopharm dan CanSino. 

BACA JUGA : Kadin: 8,5 Juta Karyawan Swasta Terdaftar Vaksinasi Gotong Royong – Imperiumdaily.com

Prioritas vaksinasi akan dilakukan untuk perusahaan-perusahaan yang telah mendaftar ke Kadin dan sektor industri padat karya. 

Untuk diketahui, jumlah perusahaan yang telah mendaftar hingga saat ini tercatat mencapai lebih dari 2.000 badan usaha. Adapun pelaksanaan program Vaksinasi Gotong Royong direncanakan akan digelar selepas Idul Fitri. 

Karena itu, Kadin mendorong perusahaan-perusahaan yang berpartisipasi untuk mengisi formulir pendataan di laman vaksin.kadin.id selambat-lambatnya 21 Mei 2021. 

BACA JUGA : Bamsoet Tinjau Pelaksanakan Vaksinasi COVID-19 Bagi Lansia dan Pekerja Pariwisata – beritaloka.com

Pada kesempatan yang sama, calon ketua umum Kadin Indonesia periode 2021-2026 itu juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudik ke kampung halaman pada lebaran tahun ini. 

Menekan Lonjakan Kasus COVID-19

Arsjad menuturkan, hal itu penting dilakukan sebagai langkah untuk menekan lonjakan kasus Covid-19.

Meski demikian, Arsjad mengakui, merayakan Idul Fitri di tengah situasi bukan hal mudah. Dalam kondisi ini, seluruh pihak dituntut untuk bersabar dan menahan diri karena tidak bisa bersilaturahmi secara langsung dengan keluarga dan handai tolan. 

Arsjad menuturkan, sebelum pandemi, tujuh hari jelang lebaran, arus mudik sudah mulai terasa. Masyarakat pun terlihat berbondong-bondong pulang ke kampung halaman. 

Namun untuk saat ini, Arsjad mengingatkan agar niat mudik tersebut ditunda hingga situasi kembali normal. 

“Saya mengerti sekali, menahan rindu bertemu keluarga secara fisik itu sulit. Namun, demi menjaga kondisi kesehatan keluarga dan seluruh masyarakat Indonesia, pilihan terbaik adalah dengan tidak melakukan mudik demi mengurangi potensi penyebaran virus,” terangnya. 

Ia menambahkan, semakin tinggi tingkat kepedulian masyarakat terhadap kesehatan, maka semakin cepat pula penanganan pandemi di Indonesia. 

“Dengan demikian, nantinya masyarakat bisa cepat bertemu keluarga lagi untuk bersilaturahmi,” kata Arsjad.(lal)