Transformasi Bisnis, Menteri BUMN Pantau Langsung Renovasi Gedung Sarinah

  • Whatsapp
gedung sarinah
Menteri BUMN Erick Thohir saat memantau langsung proyek Renovasi Gedung Sarinah.(istimewa)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Dalam rangka Transformasi Bisnis Sarinah, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir Jumat, 15 Januari 2021 melihat langsung proses pemugaran Gedung Sarinah.

Dalam kesempatan tersebut Menteri BUMN didampingi langsung oleh Direktur Utama PT Sarinah (Persero) Fetty Kwartiati , dan terlihat juga Direktur Utama PT Wijaya Karya (Persero) Agung Budi Waskito serta Kurator Galeri Nasional Indonesia Asikin Hasan.

Baca Juga

Dalam Keteranganya kepada Wartawan Menteri Erick Thohir mengatakan proses pemugaran gedung Sarinah secara prinsip masih on track dan on schedule walau ditengah-tengah pandemi Covid-19.

“Pekerjaan renovasi secara progresif dapat dilaksanakan asal dengan prokes yang ketat,” kata Menteri Erick.

Disamping itu juga karena sektor konstruksi termasuk yang mendapat izin untuk beroperasi secara full scale, lanjut Menteri Erick.

Ditempat yang sama Direktur Utama PT Sarinah (Persero) Fetty Kwartiati menjelaskan Sarinah sebagai gedung dengan predikat cagar budaya dan memiliki sebuah karya seni rupa patung relief.

“Relief ini melambangkan kegiatan ekonomi rakyat jelata yang pada saat itu bertumpu pada hasil pertanian, perkebunan, perikan dan kerajinan,” ujar Fetty.

Fetty juga menceritakan selaku proklamator dan presiden pertama Indonesia, Bung Karno adalah seorang seniman dan yang mencetuskan pembuatan karya seni ini.

“Keberpihakan kepada ekonomi kerakyatan sudah merupakan semangat para pendiri bangsa ini,” kata Ferty.

Sementara anggota Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) yang juga Kurator Galeri Nasional Indonesia Asikin Hasan menjelaskan karya seni tersebut ukurannya sangat apik serta gigantik. Bahkan pada saat dibuat sudah menggunakan teknologi pengecoran panel tunggal modern.

“Demikian juga saat Sarinah dibangun sebagai perwujudan modernisasi yang pada masanya adalah mercu suar kebangkitan ekonomi bangsa yang unggul yang berpihak pada ekonomi rakyat yang istilah saat ini adalah UMKM,” papar Asikin.

Menurut Asikin Relief ini juga terus mengingatkan amanah Sarinah untuk membesarkan mereka. Sejarah Sarinah yang pada tahun 80’an yang pernah terbakar dan pelebaran koridor pengunjung relief ini dipindahkan dan disimpan di lantai dasar.

“Untuk itu Berkenaan dengan transformasi dan renovasi Gedung Sarinah maka relief ini akan direstorasi dan dipamerkan saat pemugaran usai dan Sarinah beroperasi kembali,” ucapnya.

Menteri Erick Thohir saat melihat Relief tersebut sangat mengagumi maha karya itu. Menurutnya bangsa besar adalah bangsa yang mengenal sejarahnya, untuk itu dirinya meminta agar karya ini direstorasi sedapat-dapatnya kembali seperti sedia kala, dan saat Sarinah kembali dibuka relief ini dapat dipamerkan kepada publik.

Sebagai informasi Relief ini menurut catatan beberapa ahli sejarah, dan seni rupa nasional, dibuat oleh kelompok seniman Yogyakarta pada masa konstruksi (1962-1966) yang menampilkan para penjaja dan pelapak yang melambangkan perjuangan rakyat kecil mencari nafkah.

Menurut catatan pencipta tahu pembuatan relief ini adalah kelompok pematung, pelukis dari Yogyakarta, siapa arsitek atau desainer patung ini masih ditelusuri oleh TACB juga blue print atau cetak birunya, karena penting untuk pekerjaan restorasi.

Rencanannya secara berkala, Sarinah akan melaporkan progres pemugaran dan transformasi bisnis kepada publik.(sir/lna)