Tetapkan Panitia Presidensi G20, Presiden Tunjuk Airlangga Hartarto Pimpin Sherpa Track

  • Whatsapp
presiden g20
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. (Istimewa)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Sesuai hasil ketetapan dalam Konferensi Tingkat Tinggi G20 ke-15 di Riyadh, Arab Saudi November tahun lalu, Indonesia ditunjuk sebagai Presidensi G-20 yang akan dilaksanakan tahun 2022 yang akan datang .

Forum G-20 sendiri merupakan ”The Only Global Premier Economic Forum” yang menjadi representasi perekonomian dunia, dimana nnegara-negara tersebut tergabung di menguasai 85% dari PDB dunia.

Baca Juga

Berkaitan hal tersebut, Presiden telah menetapkan Keputusan Presiden Nomor 12 Tahun 2021 tentang Panitia Nasional Penyelenggara Presidensi G20 Indonesia yang telah ditetapkan pada tanggal 27 Mei 2021, dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dipercaya untuk memimpin Sherpa Track G20 tersebut.

Kepada Wartawan Minggu (30/5/2021), Menkon Airlangga mengatakan dalam kegiatan tersebut dirinya akan membahas isu-isu ekonomi non-keuangan, yaitu seluruh isu yang menyangkut energi, pembangunan, pariwisata, ekonomi digital, pendidikan, tenaga kerja, pertanian, perdagangan, investasi, industri, kesehatan, anti korupsi, lingkungan, dan perubahan iklim.

”Di bawah kepemimpinan Indonesia tahun depan, G20 akan mengangkat tema besar Recover Together, Recover Stronger. Tema ini menunjukkan harapan dan kesiapan Indonesia untuk turut serta dalam kemitraan global, sebagai upaya mengatasi dampak pandemi dan meningkatkan kembali global confidence,” ucap Menko Airlangga.

Disamping itu, kata Menko Airlangga
Bahwa untuk pemulihan ekonomi yang lebih kuat, diperlukan kerja sama yang erat antar negara-negara G-20. Pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19 akan difokuskan untuk mendorong produktivitas, meningkatkan stabilitas dan ketahanan ekonomi, serta memastikan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

“Sebagai Ketua Bidang Sherpa Track, Menko Perekonomian nantinya akan dibantu oleh Menteri Luar Negeri dan Wakil Menteri Luar Negeri dalam mengoordinasikan beberapa tugas pokok dalam pelaksanaan KTT G-20 mendatang,” terang orang nomor satu di Kemenko Perekonomian itu. .

Menko Airlangga juga Menyebut, Untuk mendukung kesiapan infrastruktur teknologi dalam persiapan Presidensi G20 Indonesia, Pemerintah telah membangun portal Document Management System (DMS) untuk menata secara digital dokumen substansi terkait G20 dan menjadi bagian integral Sekretariat Sherpa G20 Indonesia yang dapat diakses oleh seluruh K/L yang terlibat di G20.

”Ini merupakan insiatif yang sangat bagus, untuk memastikan proses penyusunan substansi yang transparan dan akuntabel, terutama bagi instansi yang selama ini menaungi G20,” ujar Menko Airlangga.

Sebagai informasi, Sesuai kesepakatan KTT G-20 di Riyadh pada tahun 2020, Indonesia akan menjadi Presidensi G-20 pada tahun 2022. Keputusan ini maju setahun lebih awal dari rencana semula pada tahun 2023 setelah India mengajukan pertukaran dengan Indonesia karena India membutuhkan waktu persiapan yang lebih panjang. Alasan lainnya ialah karena Indonesia akan menjadi Ketua ASEAN pada tahun 2023.

KTT G-20 rencananya akan diselenggarakan pada bulan November 2022 di Bali, dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat dalam setiap pertemuan yang akan dilakukan secara fisik, dengan melibatkan sekitar 6.500 delegasi asing. (sir/lna)