Tes PCR Wilayah DKI Hari Ini: 781 Positif, 7.127 Negatif

  • Whatsapp
pcr jakarta
Image: Dinas Kominfo DKI Jakarta.
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Pemprov DKI Jakarta terus melakukan tes PCR kepada warganya. Hal ini bertujuan untuk menemukan kasus baru secara cepat. Selain itu juga agar dapat segera melakukan tindakan isolasi/perawatan secara tepat untuk memperkecil potensi penularan COVID-19.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia memaparkan, berdasarkan data terkini per 21 Oktober 2020, Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, melakukan tes PCR sebanyak 9.885 spesimen.

Baca Juga

BACA JUGA: PemProv DKI Masifkan Tes PCR ke Masyarakat

Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 7.908 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 781 positif dan 7.127 negatif.

“Namun, total penambahan kasus positif sebanyak 989 kasus. Lantaran terdapat akumulasi data sebanyak 208 kasus dari tanggal 19 dan 20 Oktober yang baru =dilaporkan. Sedangkan untuk rate tes PCR total per 1 juta penduduk sebanyak 109.905. Jumlah orang yang dites PCR sepekan terakhir sebanyak 57.145,” terang Dwi Oktavia.

Lebih lanjut Dwi Mengatakan, jumlah kasus aktif di Jakarta sampai saat ini sebanyak 12.748 (orang yang masih dirawat/isolasi). Sedangkan, jumlah kasus Konfirmasi secara total di Jakarta sampai hari ini sebanyak 98.206 kasus. Dari jumlah total kasus tersebut, total orang dinyatakan telah sembuh sebanyak 83.338.

“Tingkat kesembuhan 84,9%, dan total 2.120 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 2,2%. Sedangkan tingkat kematian ndonesia sebesar 3,4%. Sedangkan untuk positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 10,8%. Sedangkan persentase kasus positif secara total sebesar 8,4%. WHO juga menetapkan standar persentase kasus positif tidak lebih dari 5%,” papar Dwi.

Pada penerapan kembali PSBB masa Transisi, Pemprov DKI Jakarta menyarankan, bagi masyarakat yang ingin memasuki wilayah Jakarta untuk melakukan pemeriksaan mandiri COVID-19 melalui JakCLM di aplikasi JAKI.

BACA JUGA: IDI: Pemeriksaan Rutin PCR Tekan Risiko Kematian Dokter

“Melalui JakCLM, masyarakat dapat mengetahui risiko COVID-19 serta mendapatkan berbagai rekomendasi kesehatan sesuai dengan risiko yang dimiliki, dan Kontribusi masyarakat dalam pengisian JakCLM dapat membantu Pemprov DKI Jakarta untuk melakukan pencegahaan penyebaran kasus COVID-19 di Jakarta,” pungkas Dwi

Begitu pula Satpol PP Provinsi DKI Jakarta. Penindakan atas pelanggaran penggunaan masker dan pendataan buku tamu juga akan digencarkan. Harapannya, masyarakat dapat lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan dan turut berpartisipasi dalam memutus mata rantai penularan COVID-19.

Perlu diingat selalu untuk memperhatikan dan menjalankan prinsip-prinsip ini dalam berkegiatan sehari-hari:
  • Tetap tinggal di rumah dan tidak keluar bila tidak ada keperluan mendesak.
  • Selalu jalankan 3M: Memakai masker dengan benar, Menjaga jarak aman 1,5 – 2 meter, dan Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir secara rutin.
  • Seluruh kegiatan yang diizinkan beroperasi harus dalam kapasitas maksimal 50% dan menjalankan protokol kesehatan dengan ketat.
  • Ingatkan sesama untuk selalu menerapkan protokol kesehatan.

Pemprov DKI Jakarta juga masih membuka kesempatan untuk masyarakat berbagi dengan sesama yang membutuhkan bantuan terdampak pandemi COVID-19 dalam program Kolaborasi Sosial Berskala Besar atau KSBB. Masyarakat dapat memberikan bantuan berupa bahan pangan pokok, makanan siap saji, hingga uang tunai.(sir/lna)

Post Terkait

banner 468x60