Terpapar Covid-19, Disnakertransgi DKI Tutup Sementara 8 Perusahaan

  • Whatsapp
Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Disnakertransgi) Andri Yansyah. (istimewa)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Klaster baru di perkantoran tengah ramai diperbincangkan, karena kasusnya terus bertambah dari hari ke hari. Perkantoran sendiri menjadi penyumbang kasus corona di DKI Jakarta dengan persentase 3,6 persen.

Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Disnakertransgi) Andri Yansyah mengatakan, pihaknya telah menutup sementara delapan perusahaan yang melanggar aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Menurutnya pelanggaran itu, penyebab dari penyebaran kasus Covid-19 di perusahaan.

"
"

Baca Juga

"
"

Kendati demikian, Andri tidak menyebutkan nama perusahaan dan lokasi perusahaan itu.

BACA JUGA: Begini Penjelasan Disnakertrans DKI Soal Klaster Covid-19 di Perkantoran

“Ada delapan kantor dilakukan penutupan pada saat ini. Mungkin ada penambahan, tadi informasi di timur ada dua lagi,” ujar Andri di Jakarta Pusat, Kamis 30 Juli 2020.

Untuk itu, Andri menjelaskan, tak bisa membongkar identitas delapan perusahaan yang disegel. Karena ia tidak memiliki wewenang untuk mengekspose daftar nama perusahaan, pelanggar protokol Covid-19 tersebut.

BACA JUGA: DKI Mulai Waspadai Klaster Penularan Covid-19 di Perkantoran

“Kami belum memiliki kewenangan untuk ekspose perusahaan. Tetapi by name dan by adress (Nama dan alamatnya) ada,” ungkapnya.

Hingga Kamis 30 Juli 2020, sudah ada 101 perusahaan yang mendapatkan dua kali peringatan, lantaran tidak menaati protokol kesehatan. Salah satunya kapasitas 50 persen dari pegawai yang ada.

“Kami sudah lakukan pemeriksaan kepada 2.891 perusahaan. 351 di antaranya diberikan peringatan pertama, dan 101 dikenakan peringatan kedua,” pungkasnya.(via/lna)

Post Terkait

banner 468x60