Terlihat Mirip, Ini Perbedaan Tugas Pasukan Anti-Teror Densus 88 dan Gegana

  • Whatsapp
Gegana
Ilustrasi petugas Densus 88 Antiteror Mabes Polri. ANTARA FOTO/Ariesanto/hma/wsj.
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Peristiwa ledakan bom bunuh diri yang terjadi di Gereja Katedral Makassar serta Aksi Teror di Mabes Polri beberapa waktu lalu membuat pasukan anti-teror Densus 88 dan Gegana berjaga di mana-mana, serta memperketat keamanan supaya kejadian serupa tidak terjadi di tempat lainnya.

Seperti diketahui, Densus 88 dan Gegana terlihat mirip, namun kedua pasukan tersebut memiliki tugas dan tanggung jawab yang berbeda.

Baca Juga

BACA JUGA: Penjual Airgun ke Zakiah Aini Ditangkap Densus 88 – Nusadaily.com

Berikut Sejarah dan 4 perbedaan antara Densus 88 dan Gegana:

1. Hari Terbentuknya

Densus 88 dibentuk pada 26 Agustus 2004. Pasukan ini merupakan cabang dari Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Catatan Sejarah Densus 88

  1. Densus 88 dibentuk pada tahun 2004.
  2. Diresmikan oleh Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Inspektur Jenderal Firman Gani
  3. Detasemen 88 yang awalnya beranggotakan 75 orang ini dipimpin oleh Ajun Komisaris Besar Polisi Tito Karnavian
  4. Densus 88 terbentuk pada tanggal 26 Agustus 2004 berdasarkan Skep Kapolri No. 30/VI/2003 tertanggal 20 Juni 2003, untuk melaksanakan Undang-undang No. 15 Tahun 2003 tentang penetapan Perpu No. 1 Tahun 2002 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme
  5. Angka 88 berasal dari kata ATA (Anti Terror Act) yang jika dilafalkan dalam bahasa Inggris berbunyi Ei Ti Ekt. Pelafalan tersebut terdengar seperti Eighty Eight (88).

Dikutip dari laman resmi Korps Brimob Polri, Gegana dibentuk pada 27 November 1974. Pasukan ini merupakan salah satu cabang dari Korps Brigade Mobil (Brimob).

Catacan Sejarah Gegana
  1. Gegana Korps Brimob Polri dibentuk pada tahun 1974.
  2. Tugas Pokok Gegana pada tahun 1974 sebagai Pasukan Khusus Anti Pembajakan Pesawat Udara (ATBARA).
  3. Gegana terbentuk pada tanggal 24 November 1974 berdasarkan Skep Kapolda Metro Jaya No.Pol.Skep/29/XI/1974 tentang Pembentukan. Kesatuan Gegana Komdak Metro Jaya.
  4. Meskipun Satuan Gegana sudah terbentuk sejak tahun 1974 namun pengakuan dari Departemen Pertahanan Keamanan ada pada tahun 1976.
  5. Ketika Jenderal Polisi Anton Soedjarwo menjadi Kapolri, Gegana kemudian dikembangkan dari sebuah Satuan Kompi menjadi satuan Detasemen dan dipindah dari Polda Metro Jaya ke daerah pertamburan dan selanjutnya dipindahkan ke Mabes Polri Jakarta Selatan.
  6. Pada tahun 1985 terjadi peralihan kedudukan, Detasemen Gegana Metro Jaya ke komapta Polri atau sekarang yang kita kenal Korps Brimob Polri.
  7. Kemudian Gegana pada masa pimpinan letkol Pol. Drs. S. Y. Wenas, pada tahun 1988 markas Komando Gegana dipindah ke kelapa dua hingga saat ini.
  8. Tahun 2017 dibentuk pasukan Gegana Korps Brimob Polri.
  9. 2 maret 2017 komandan pasukan Gegana pertama dilantik.
  10. 22 maret 2017 komandan pasukan Gegana berpangkat Jenderal bintang satu.

BACA JUGA: Densus 88 Kembali Tangkap Terduga Teroris di Jateng dan DIY – Noktahmerah.com

2. Tugas dan Tanggung Jawab

Pasukan Densus 88 punya tugas yang luas, yakni mengatasi teroris yang melakukan ancaman bom dan melakukan penyanderaan. Saat ada teroris yang melakukan penyanderaan, pasukan Densus 88 harus bisa membujuk teroris tersebut supaya membebaskan sanderanya.

Anggota Densus 88 ada juga yang memiliki kemampuan bisa menjinakkan bom, bertarung, dan menembak dengan baik. Saat menjalankan tugas, orang yang ahli menjinakan bom, ahli bertarung, dan ahli menembak akan membentuk satu kelompok.

Pasukan Gegana memiliki tugas yang lebih khusus daripada Pasukan Densus 88. Tugas Pasukan Gegana adalah menjinakan bom, menangani ancaman KBR (Kimia, Biologi, dan Radioaktif), dan menangani teror.

Tugas Pasukan Gegana tidak kalah berbahaya, mereka harus mencari bom dan menjinakkannya supaya tidak meledak.

3. Punya Cabang

Pasukan Gegana merupakan cabang dari Korps Brigade Mobil (Brimob). Selain Pasukan Gegana, Korps Brigade Mobil (Brimob) juga punya pasukan cabang lain, namanya Pasukan Pelopor.

Pasukan ini bertugas menangani kerusuhan atau huru-hara, melakukan pencarian dan penyelamatan (SAR), mengamankan sesuatu yang sangat penting, melakukan operasi gerilya, dan melakukan pertempuran hutan terbatas.

BACA JUGA: Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Bima – Imperiumdaily.com

4. Melakukan Penyelidikan

Sekilas, tugas pasukan anti-teror Densus 88 mirip dengan tugas pasukan Gegana. Namun, Pasukan Densus 88 memiliki tugas lain.

Pasukan Densus 88 bisa melakukan penyelidikan dan menangkap orang-orang yang dianggap sebagai anggota teroris.

Jadi, tugas Pasukan Densus 88 bukan hanya mengamankan lokasi dari teroris, tetapi juga menyelidiki siapa orang yang menjadi teroris itu.(eky)