Teks Eksplanasi Nasional Sudah Masuk Dalam RPJMN 2020-2024

  • Whatsapp
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Menteri Riset Teknologi dan Kepala Badan Riset Inovasi Nasional Prof. Bambang Brodjonegoro menyatakan, penyusunan Renstra pada era Ristek Dikti sudah dibuat, rencana induk riset nasional yang kemudian diturunkan dalam bentuk teks eksplanasi nasional yang sudah sudah masuk dalam RPJMN 2020-2024.

Lulusan University of Illinois di Urbana – Champaign, Amerika Serikat ini menuturkan, yang dimaksud dengan flagship prioritas riset nasional tadi adalah kita mendapatkan energi dari kegiatan Jadi bukan hanya satu atau dua organisasi yang bekerja tetapi juga melibatkan lebih banyak pihak.

Baca Juga

Selanjutnya, mereka harus bersinergi satu sama lain dan otomatis kita berharap pada peningkatan produktivitas, penelitian dengan anggaran atau dana yang katakan sama dan optimalisasi dari sumber teks sendiri baik dari dalam bentuk fisik maupun sumber daya manusianya.

“Di dalam teks IV kita ingin tentunya meningkatkan efektivitas dari kegiatan riset itu sendiri,” kata mantan Menteri Keuangan Republik Indonesia, Selasa 21 Januari 2020.

Seperti diketahui, beberapa isu yang masih dibuka dalam kegiatan kerja di Indonesia adalah karena tidak hanya dari anggaran dana dari pemerintah maupun swasta untuk riset masih kecil hitungannya 0,25 persen, ada yang mengatakan juga 0,35 persen dengan dana terbatas tadi tersebar di banyak tempat baik di LPK Iptek maupun Balitbang (Badan Penelitian dan Pengembangan Pertahanan Kementerian Pertahanan).

Oleh karena itu, Kementerian Lembaga yang cukup banyak jumlahnya, meskipun dalam jumlah yang besar hampir 27 triliun dengan data 2019, tapi kegiatan itu akan terpecah pecah sehingga akibatnya alokasi anggaran riset menjadi terbatas.

“Industri swasta saat ini, belum terlalu sadar akan pentingnya hasil riset daya saing mereka untuk mengembangkan usaha mereka Sehingga kurang respon yang kebal,” ujarnya.

Sektor swasta industri ketika melakukan pemetaan terhadap pelanggaran atau dana riset yang masih kecil.

“Masih berasal dari peran swasta, untuk ikut terlibat masih sangat relatif kecil dan ujungnya, akhirnya kebanyakan hasil akhir dari riset sifatnya orientasi Project atau hanya menambah angka kredit,” tuturnya. (Via)