TANAGUPA Berdayakan Masyarakat Kembangkan Ecopolybag

  • Whatsapp
TANAGUPA Ecopolybag
Ecopolybag hasil Produksi Masyarakat dari Desa Laman Satong, Kecamatan Matan Hilir Utara, Kabupaten Ketapang. (Kementerian LHK)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – NUSADAILY.COM – JAKARTA – Untuk mendorong pemberdayaan masyarakat di kawasan balai Taman Nasional Gunung Palung (TANAGUPA), TN Tanagupa dan Yayasan Alam Sehat Lestari (ASRI) berkolaborasi membentuk kelompok masyarakat yang dinamankan Kelompok Kayek Melayet Besame,

Baca Juga

Pemberdayaan yang dilakukan adalah pembelian kerajinan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) dalam bentuk Ecopolybag sebanyak 15.000 unit sampai dengan akhir tahun 2020, dari Desa Laman Satong, Kecamatan Matan Hilir Utara, Kabupaten Ketapang,

Kepala Balai TANAGUPA, M. Ari Wibawanto menjelaskan, ecopolybag yang dibuat oleh kelompok Kayek Melayet Besame ini adalah contoh inovasi yang luar biasa, dan patut diberikan apresiasi.

Hal ini juga merupakan bentuk kemitraan konservasi yang digagas oleh Kementerian LHK melalui Ditjen KSDAE, dengan memberikan akses yang legal kepada masyarakat untuk dapat memanfaatkan HHBK dari dalam kawasan konservasi.

“Kami berterima kasih karena Yayasan ASRI terus mendukung program-program pemberdayaan masyarakat yang kami lakukan.Dengan adanya kerjasama ini semoga dapat membantu meningkatkan ekonomi kelompok masyarakat terutama di tengah tantangan Pandemi COVID-19 ini. Kami bersama para mitra akan terus mendorong pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan TANAGUPA,” kata Ari.

Lebih lanjut, Ari menyampaikan Balai TANAGUPA selalu mendorong pemberdayaan masyarakat. Dalam rangka pemberdayaan masyarakat, pihaknya selalu mendorong kelompok Kayek Melayet Besame melakukan pengembangan produk kerajinan melalui mitra-mitra TANAGUPA.

“Kesanggupan kelompok memenuhi permintaan Yayasan ASRI untuk membuat ecopolybag merupakan salah satu kontribusi kelompok dalam upaya melestarikan kawasan TANAGUPA,” ucapnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Yayasan ASRI Nur Febriani menyampaikan bahwa Yayasan ASRI sangat gembira dengan adanya kerjasama ini. Sejak lama ASRI dan Balai Taman Nasional Gunung Palung bekerjasama dalam program penanaman hutan kembali. Kali ini kedua pihak bekerjasama untuk meningkatkan kualitas dari program penanaman tersebut.

Polybag Bukan dari Plastik

Berawal dari keinginan ASRI untuk mencari alternatif polybag agar tidak menghijaukan hutan tanpa meninggalkan tumpukan sampah plastik dari polybag. ASRI menghubungi perusahaan-perusahaan biodegradable polybag, namun sayangnya ecopolybag mereka tidak bisa bertahan lama.

“Kurang dari tiga bulan, polybag mereka akan terurai. Sementara bibit-bibit pohon yang disemai ASRI membutuhkan polybag yang dapat terurai jauh lebih cepat dari plastik, namun cukup tahan hingga bibit pohon kuat untuk ditanam di dalam tanah (sekitar 6 -12 bulan),” tuturnya.

Kayek Melayet Besame merupakan spesialis kelompok pengrajin anyaman berbahan dasar bambu, rotan dan resam yang HHBK tersebut dipungut dari dalam Kawasan TANAGUPA.

Kepala RPTN Pangkal Tapang pada Balai TANAGUPA sekaligus Fasilitator masyarakat di Desa Laman Satong, Ranto Sihotang mengatakan ecopolybag yang dibuat oleh kelompok ini berbahan dasar bambu yang aman dan tidak menimbulkan masalah bagi lingkungan. (sir)

Post Terkait

banner 468x60