RUPS Tahunan 2020, Bentoel Tekankan Pencapaian Ekspor dan Dukung Program Pemerintah

  • Whatsapp
(kiri ke kanan) Shahid Afzal (Direktur Keuangan), Dinar Shinta Ulie (Sekretaris Perusahaan), Steven Pore (Presiden Direktur), Mercy Francisca Sinaga (Direktur Legal & External Affairs) mengikuti RUPS Tahunan PT Bentoel Internasional Investama Tbk di Jakarta (ft: sirhan sahri/nusadaily.com)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JAKARTA – PT Bentoel Internasional Investama Tbk, baru menyelesaikan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Jumat 7 Agustus 2020 di Jakarta. RUPST menyetujui dan mengesahkan Laporan Direksi dan Laporan Dewan Komisaris mengenai jalannya usaha Perseroan dan administrasi keuangan Perseroan tahun buku 31 Desember 2019. RUPS menerapkan protokol kesehatan ketat. 

Direktur Legal & External Affairs, PT Bentoel Internasional Investama Tbk. Mercy Francisca Sinaga dalam pemaparannya menjelaskan, pencapaian penting perseroan pada 2019, diantaranya keberhasilan mengembangkan bisnis ekspor ke 20 negara di Asia Pasifik dan Timur Tengah. Perseroan berhasil membukukan keuntungan setelah mengalami posisi rugi sejak 2012. 

"
"

Baca Juga

"
"


“Kami juga menyelesaikan proyek-proyek kelas dunia yang tujuannya untuk  menunjang kegiatan ekspor. Kami juga berhasil memperoleh penghargaan ‘Top Employer’ selama tiga tahun berturut-turut sejak 2018,” papar  Mercy Francisca dilansir Nusadaily.com


Mercy Francisca juga menjelaskan, pencapaian tersebut merupakan  cermin  konsistensi Perseroan dalam menciptakan peningkatan kinerja. Semua itu berkelanjutan pada semua lini bisnis dan pada saat yang sama juga mendukung program-program Pemerintah.


“Perseroan terus berkomitmen untuk mendukung program-program Pemerintah dalam berbagai bidang. Pada 2019, Perseroan berhasil melakukan ekspor produk-produk berkualitas tinggi ke 20 negara Asia Pasifik dan Timur Tengah. Negara tujuan ekspor Perseroan tersebut telah mengalami peningkatan yang pesat dari sebelumnya hanya berjumlah 8 negara tahun 2016. Pencapaian ini tentunya turut memberikan kontribusi pada peningkatan pendapatan ekspor negara dan pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Mercy Francisca.

Lebih lanjut  Mercy Francisca menerangkan, dukungan terhadap program Pemerintah juga diwujudkan melalui Program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR). Selama tahun 2019, Perseroan telah menyelenggarakan pelatihan pemasaran digital serta donasi komputer kepada pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Malang dengan tujuan untuk meningkatkan keterampilan dan daya saing para pelaku UMKM di era digital. Pada akhirnya akan menggerakkan ekonomi daerah dan menciptakan lapangan kerja.


“Perseroan juga melakukan penanaman lebih dari 6.000 pohon buah-buahan di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagai bentuk komitmen melestarikan lingkungan dan mendukung Program “NTB Hijau”. Di samping itu, melalui Program Tembakau Berkelanjutan (Sustainable Tobacco Program), serta  bermitra langsung dengan ribuan petani di Indonesia dan membantu mereka menerapkan praktik pertanian terbaik agar dapat menghasilkan tembakau berkualitas tinggi yang pada akhirnya akan lebih meningkatkan kesejahteraan para petani,” terang Mercy  Francisca.

Tahun 2020 masih menjadi tahun yang penuh tantangan bagi industri tembakau. Kenaikan cukai rokok sebesar 23% dan harga jual eceran minimum sebesar 44% yang diumumkan Pemerintah pada Oktober 2019. Kebijakan itu mulai berlaku pada 2020. Semuq akan memberikan tekanan besar bagi industri tembakau secara keseluruhan. Di samping itu, industri rokok juga menghadapi tantangan lain akibat munculnya pandemi COVID-19 pada awal 2020. Pandemi ini juga turut menambah tekanan yang dialami  Perseroan pada 2020.

Masih kata Mercy Francisca, terlepas dari tantangan tersebut, Perseroan tetap menjalankan komitmen untuk membantu mengembangkan dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan lingkungan sekitar di mana Perseroan beroperasi. Seperti  awal 2020 sebagai bentuk partisipasi aktif dalam membantu upaya Pemerintah menangani pandemi COVID-19. Perseroan telah memberikan bantuan berupa berbagai peralatan medis yang telah disalurkan melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Pemerintah daerah di wilayah Kota Malang dan Kabupaten Malang, serta Pemerintah Provinsi NTB.


“Di tengah situasi yang sulit seperti sekarang ini, kami berkomitmen untuk terus mendukung Pemerintah dalam upaya pemulihan ekonomi akibat dari dampak pandemi tersebut. Oleh karena itu, kami sangat berharap agar Pemerintah dapat mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang mendukung keberlangsungan industri tembakau. Saat ini industri tembakau membutuhkan waktu untuk melakukan recovery atas penurunan penjualan yang cukup signifikan,” tutup Mercy Francisca (sir/wan)

Post Terkait

banner 468x60