Romo Benny: Merawat Nalar Demokrasi dengan Kekuatan Nilai Pancasila

  • Whatsapp
bpip pancasila
Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Antonius Benny Susetyo saat mengikuti diskusi Sinergi Pembumian Pancasila di Jakarta. (Istimewa)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Antonius Benny Susetyo menghadiri acara diskusi kelompok terpumpun yang membahas terkait kegaduhan yang terjadi di Media Sosial.

Diskusi tersebut bertajuk “Sinergi Pembumian Pancasila” Dihadiri oleh peserta dari organisasi masyarakat bidang kepemudaan dan kebangsaan di The Tribrata Convention center, Jakarta Kamis 22 April 2021

Baca Juga

Dalam kesempatan tersebut, pria yang kerab disapa Romo Benny ini menyampaikan bahwa fakta yang terjadi di lapangan adalah generasi muda mudah sekali terjebak untuk melakukan tindakan negatif di media sosial.

“Generasi muda seringkali melakukan tindakan bermotif kebencian seperti menyebar berita hoax, isu isu negatif terkait SARA dan bahkan tindakan Radikalisme dan Terorisme seperti terbukti pada kasus terorisme di Katedral Makassar dan Mabes Polri yang para pelakunya berusia relatif muda, dibawah 30 tahun dan meeupakan generasi muda/millenial,” jelas Romo Benny.

Menurutnya, di alam demokrasi yang semakin berkembang Benny menjelaskan bahwa sekarang ini generasi muda justru terjebak dalam tindakan memecah belah, merundung dan membenci dengan dalih demokrasi dan kebebasan berekspresi. Padahal sebenarnya tidak demikian.

“Padahal nalar demokrasi yang justru menjadi titik utama dari keberadaan demokrasi itu jauh dari tujuan perpecahan atau menang dan kalah,,” katanya.

Romo Benny menyebut nalar dan tujuan demokrasi sendiri adalah win win solution dimana semua masalah dapat diselesaikan dengan diskusi dan gotong royong, sehingga tidak ada pihak yang merasa terlalu diuntungkan atau dirugikan.

Namun demikian , lanjut Romo Benny hal tersebut tentunya harus sejalan dengan nilai Pancasila yaitu gotong royong dimana hak dan kewajiban ada dalam satu nafas

“Kaum Muda harus dapat menjadi penjaga keseimbangan dan nalar demokrasi dalam Masyarakat dengan menerapkan nilai nilai Pancasila,” tutur Romo Benny

Dia menegaskan, Pemuda harus mampu menjadi intelektual organik yang tidak hanya menjadi penyeimbang tetapi penyumbang ide yang dapat meningkatkan kesadaran dan nalar demokrasi masyarakat, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kaum muda harus mengisi ruang publik dengan konten positif dan bijak dengan kesadaran untuk hidup etis dan menjaga nalar demokrasi hingga kewarasan dan keseimbangan dalam berdemokrasi dapat terlaksana,” tegas Romo Benny .

Sebagai informasi, kegiatan ini di gagas oleh BPIP dan dihadiri oleh dari beberapa unsur organisasi pemuda seperti HIKMABUDHI, KMHDI, GDN, KMM dan GMM.

Dalam diskusi tersebut semua peserta berkeinginan agar demokrasi selalu dirawat salah satunya dengan memasukan kurikulum Pendidikan Moral Pancasila di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)- Perguruan Tinggi.(sir/lna)