Romo Benny: Keutamaan Hidup Paling Mahal Hadapi Covid-19 Adalah Disiplin

  • Whatsapp
Romo Benny
Romo Antonius Benny Susetyo. (istimewa)

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Penyebaran Covid-19 sejak pertama masuk ke Indonesia sudah genap menginjak 1 tahun. Berdasarkan data yang dihimpun dari Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, jumlah terkonfirmasi Covid-19 sudah mencapai 1,3 juta orang, sembuh sebanyak 1,6 juta dan meninggal 36 ribu orang.

Staf Khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila, Antonius Benny Susetyo menaggapi permasalahan Covid-19 ini agar lebih terbiasa dan sadar dengan pentingnya hidup sehat.

Bacaan Lainnya

BACA JUGA: Romo Benny: Sila Pertama Dibatinkan, Tercermin Nilai Kemanusiaan

“Setahun pandemi Covid-19 kita banyak belajar mengenai perubahan perilaku hidup yang sehat dan bersih karena mencegah menyebaran covid ini akhirnya pada kesadaran individu menjalankan protokol kesehatan,” ucap Staf khusus DP BPIP dalam Keterangan tertulisnya kepada Nusadaily.com Jumat 5 Maret 2021.

Pria yang akrab disapa Romo Benny ini menekankan, kedisiplinan adalah hal yang paling penting khususnya dalam disiplin dalam metaati protokol kesehatan.

“Keutaman hidup saat ini paling mahal adalah displin diri karena selama setahun ini ada kebosonan luar biasa untuk menahan diri tidak melakukan aktivitas petemuan dan mengurangi kegiatan,”tutur Romo Benny

Dirinya menambahkan, menghadapi Covid-19 ini membutuhkan kesabaran luar biasa dan menghadapi masa yang sulit karena masing masing individu harus mampu menahan diri untuk menjaga jarak dan displin tidak mengadakan perjumpaan.

BACA JUGA: Dikritik Rizal Ramli, Romo Benny Dibela Presidium Kongres Rakyat Flores

“Ini semua tantangan berat tanpa keutaman moral dan kesadaran diri akan sulit menjalankan misi yang mulia,” pungkas Romo Benny.

Romo Benny berpesan bahwa manusia disadarkan kembali bahwa pandemi Covid-19 mengubah perilaku hidup manusia untuk mencintai kehidupan dan menghargai nilai nilai kearifan alam raya. Tuhan pasti buka jalan terbaik setiap orang menyakini kemuliannya.(sir/lna)