Rencana Penghapusan Pelarangan Cantrang Berpotensi Konflik

  • Whatsapp
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Rencana Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo untuk menghapus larangan penggunaan cantrang dalam menangkap ikan dikritik oleh Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (Kiara).

Selanjutnya, larangan tersebut benar-benar dihapuskan, akan ada efek domino, mulai dari kerugian nelayan kecil hingga konflik horizontal diantara para nelayan. Hal negatif inilah yang dicemaskan oleh Kiara.

Baca Juga

“Pihak yang paling diuntungkan oleh pencabutan larangan cantrang melalui rancangan peraturan menteri baru adalah para pengusaha cantrang,” kata Sekjen Kiara, Susan Herawati di Jakarta, Jumat 14 Februari 2020.

Lebih jauh, Susan juga mengkhawatirkan kebijakan baru ini akan memicu kembali konflik horizontal, khususnya sesama nelayan. Pasalnya, ujar dia, sampai hari ini nelayan kecil, perempuan nelayan, dan juga nelayan tradisional adalah tiga kelompok yang paling terdampak dari penggunaan cantrang.

“Mereka melakukan perlawanan selama ini,” ungkapnya.

Menurut Susan, keberlanjutan sumber daya perikanan yang akan membawa banyak manfaat untuk masyarakat luas lebih utama, daripada sekedar hasil tangkapan skala besar yang dinilai banyak tetapi merusak dan menghabiskan sumber daya perikanan Indonesia.

Seperti diketahui, kerusakan yang ditimbulkan oleh penggunaan sejumlah alat tangkap yang merusak termasuk cantrang, akan bersifat jangka panjang dan sistematis.

“Padahal sumber daya periakan adalah salah satu kekayaan kita yang tersisa,” ucap Susan.

Post Terkait

banner 468x60