PUPR Rencana Bangun 10 Tower Rusun Pekerja KIT di Batang

  • Whatsapp
Direktur Jenderal Perumahan Khalawi Abdul Hamid dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi V DPR RI di Jakarta, Rabu (9/6/2021). ANTARA/Tangkapan layar akun YouTube Komisi V DPR RI
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Perumahan mengungkapkan rencana pembangunan 10 tower rumah susun (rusun) bagi pekerja di Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang, Jawa Tengah.

BACA JUGA : PUPR Gelontorkan Rp17,6 Miliar Bangun Rusun Mahasiswa Stisipol Kepri – Nusadaily.com

Baca Juga

“Tahun ini sudah dilelang kurang lebih 10 tower rumah susun secara multiyears contract (MYC) yang kemudian akan dilanjutkan pada tahun depan di Kawasan Industri Batang,” ujar Direktur Jenderal Perumahan Khalawi Abdul Hamid dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi V DPR RI di Jakarta, Rabu.

Untuk rencana pembangunan hunian bagi pekerja di kawasan industri Subang, lanjutnya, terkendala penyiapan lahan.

BACA JUGA : Kementerian PUPR Catat Penyaluran FLPP Capai 46,94 Persen per 4 Juni – Imperiumdaily.com

Total alokasi untuk rencana pembangunan 10 tower rumah susun di kawasan industri terpadu Batang, Jawa Tengah sebesar Rp416,55 miliar.

Penyediaan hunian bagi pekerja di Kawasan Industri Terpadu, khususnya KIT Batang, Jawa Tengah dan Subang, Jawa Barat. Serta Kawasan Ekonomi Khusus merupakan bagian dari strategi pelaksanaan kegiatan tematik bidang perumahan TA 2022.

BACA JUGA : PUPR Targetkan Simpang Susun Akses KIT Batang Beroperasi September – Noktahmerah.com

Sebelumnya Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia menyebutkan sebanyak 70 persen dari lahan Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), Kabupaten Batang, Jawa Tengah, fase pertama seluas 450 hektare, direncanakan bagi investasi dari Korea Selatan.

Fase KITB pertama seluas 450 hektare ini 70 persennya akan diisi investasi dari Korea selatan, termasuk perusahaan LG.

Menurut Bahlil, saat ini pemerintah memfokuskan investasi sebagai upaya menciptakan lapangan pekerjaan sehingga ada dua hal yang diperhatikan yaitu nilai investasinya besar dengan kolaborasinya bersama pelaku UMKM dan penyerapan tenaga kerja.(lal)