Produk Lokal Disarankan Inovatif Agar Mampu Bersaing

  • Whatsapp
Pabrik sarung berkearifan lokal meski telah berusia 68 tahun harus tetap inovatif dan kreatif (BHS)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Produk lokal yang berbasis pada industri kreatif dan mengandung konten kearifan lokal yang besar disarankan untuk kreatif dan inovatif agar mampu bersaing di tengah pandemi COVID-19 dan persaingan pasar yang semakin ketat.

Direktur Utama Behaestex Najib Abdurrauf Bahasuan, Senin, mengatakan pihaknya mengajak para pelaku ekonomi kreatif di Indonesia agar tetap inovatif sehingga mampu bersaing.

Baca Juga

BACA JUGA : Menperin Resmikan BMBI Fest Sosialisasikan Produk Lokal – Nusadaily.com

“Kita harus bisa menghadirkan produk yang lebih variatif dan inovatif apalagi jika produk yang kita tawarkan itu mengandung nilai budaya dan kearifan lokal. Jadi harus dilestarikan dengan inovasi,” katanya.

Seperti merek yang dikembangkannya sejak 68 tahun silam. Itu mampu bertahan di pasar nasional dan internasional melalui inovasi kualitas, motif, dan tradisi pelestarian budaya.

Perusahaan itu bermula dari Pertenunan BHS di Gresik yang pada awalnya memproduksi sarung tenun dengan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) dengan merek BHS.

BACA JUGA: Tujuh Gaya Makeup yang Diprediksi Jadi Tren 2020 – Noktahmerah.com

Ia bersyukur karena kini sarung BHS menjadi perintis sekaligus pemimpin pasar di industri sarung tenun tradisional ATBM.

Mengajak Para Pelaku Ekonomi Untuk Jeli Melihat Peluang

Dalam perkembangannya perusahaan berinovasi memproduksi sarung dengan Alat Tenun Mesin (ATM) dengan merek Atlas untuk membagi segmen pasar.

Di masa pandemi sepanjang 2020 perusahaan itu juga telah meluncurkan produk-produk baru antara lain sprei Atlas Premium, sarung Atlas Super Premium, sarung batik, kain batik jacquard, dan baju batik jacquard.

Ia mengajak para pelaku ekonomi kreatif untuk jeli melihat peluang dan menggarap pasar ke semua segmen sekaligus jangan berhenti berinovasi.

BACA JUGA : Pelaku UKM Sambut Diversifikasi Pangan Lokal dan Ekspose Produk – Imperiumdaily.com

“Kami awal tahun ini misalnya menyasar segmen entry level. Mengingat masih tingginya kebutuhan pasar domestik maupun ekspor dengan membuat varian baru BHS Cosmo,” kata Najib.

Selain itu pihaknya mengajak pelaku UMKM untuk terus mengembangkan distribusi produk baik lokal maupun internasional mulai dari Asia Tenggara, Afrika, Amerika, dan beberapa benua lainnya.

“Selain mengembangkan di pasar offline, kita juga harus merambah ke pasar online melalui official store marketplace,” katanya.(lal)