Pesan HKAN Tahun 2020: Jangan Lengah Jaga Alam, Demi Menjaga Peradaban

  • Whatsapp
Wakil Menteri LHK Alue Dohong saat menanam ponon.
banner 468x60

NUSADAILY.COM – NUSADAILY.COM – JAKARTA – Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) yang jatuh setiap tanggal 10 Agustus, hari ini Rabu (16/9) Kementeriam LHK mengadakan acara puncaknya di Taman Nasional Kutai, Kota Bontang Provinsi Kalimantan Timur, Dengan mengambil tema “Nagari Rimba Nusa-Merawat Peradaban Menjaga Alam”, yang pelaksanaannya tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19, dan disiarkan secara virtual.

Baca Juga

Wakil Menteri LHK Alue Dohong saat membacakan sambutan Menteri Siti Nurbaya mengatakan sangat jelas pesan dari Bapak Presiden Joko Widodo, bahwa kita akan menyiapkan calon Ibu Kota Negara seraya melakukan pemulihan lingkungan. Artinya penyiapan dan pembangunan IKN menerapkan prinsip-prinsip kelestarian lingkungan,

Pada kesempatan tersebut, Wamen Alue menyampaikan harapan adanya kesungguhan dari seluruh jajaran teknis pemerintah, pusat dan daerah untuk stick dan committed memberi pengabdian kepada Negara dan Bangsa.

“Saya juga menekankan kepada semua jajaran aparat untuk bisa sensitif dan memahami prinsip-prinsip jurisdiksi negara, tidak saja jurisdiksi dalam arti wilayah, kawasan yang dipangkunya, namun dan lebih dari itu, juga jurisdiksi dalam urusan yang sama sekali tidak boleh kita lengah, tidak boleh dilepaskan tanggung jawab pelaksanaanya atas alasan apapun,” ujar Alue

Wamen Alue juga menghimbau untuk tidak lengah dan harus ada kesungguhan menjaga sumberdaya alam Republik ini dengan sebaik-baiknya, dan dia berharap seluruh aparat pusat dan daerah, juga para kader bangsa bidang koservasi, tidak pernah luput atau alpa akan tugas menjaga tumpah darah dan bangsa ini.

“Kita bisa memberikan keteladanan dan aksi-aksi nyata, yang melibatkan dan menggerakkan seluruh elemen bangsa untuk berkomitmen menjadi bagian tak terpisahkan dari konservasi alam, untuk hidup harmoni dan semakin lebih menghargai alam,” kata Wamen Alue.

Hutan Kalimantan Paru-Paru Dunia

Sementara itu di acara yang sama Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor mendukung penuh Peringatan Puncak HKAN Tahun 2020 yang digelar di wilayahnya dan dalam sambutannya, dia menyampaikan hutan Kalimantan merupakan paru-paru dunia yang harus dijaga, Kaltim juga salah satu yang terbaik dalam upaya menurunkan emisi Gas Rumah Kaca.

“Yang paling penting, alam harus tetap kita jaga di tengah pandemi ini, Karena sebetulnya vaksin Covid-19 paling tepat untuk saat ini yaitu dengan pola 3M, yaitu memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak,” ungkapnya.

Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Wiratno menyampaikan pandemi juga berdampak terhadap kawasan konservasi dan aktivitas wisata alam.

“Ditjen KSDAE tengah bekerja keras memulihkan pariwisata alam d kawasan konservasi, dengan menerapkan protokol Covid-19 yang ketat,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Wamen Alue Dohong menyerahkan Anugerah Konservasi kepada 19 orang penerima, yang telah berperan dalam upaya konservasi alam, mengakhiri kegiatan, Wamen Alue melakukan penanaman pohon dan pelepasliaran satwa burung.

Turut hadir pada acara ini Kepala BRG Nazir Foead, Wakil Ketua Komite II DPD RI Hasan Basri, Anggota DPD RI Dapil Kaltim Zainal Arifin, Walikota Bontang Neni Moernaeni dan Forkopimda Kota Bontang. Selain itu, acara diikuti Kepala UPT Lingkup Ditjen KSDAE dari seluruh Indonesia, dan UPT KLHK di Provinsi Kaltim.

Pada kunjungan kerjanya di Kaltim, Wamen Alue Dohong juga meninjau persemaian mangrove di Muara Badak, Kab. Kukar yang dikelola oleh Kelompok Tani Hutan Ramah Lingkungan S.B.(sir/aka)

Post Terkait

banner 468x60