Pertemuan CPOPC, Airlangga Tegaskan Perkuat Kerjasama Pengembangan Kelapa Sawit

  • Whatsapp
airlangga sawit
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat mengadakan pertemuan Tingkat Menteri Council of Palm Oil Producing Countries (CPOPC) 2021secara Virtual.(istimewa)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan, Pemerintah Indonesia akan memperkuat kerjasama dengan Malaysia terkait kebijakan dan pengembangan Kelapa Sawit kedua negara.

Hal tersebut disampaikan, dalam Pertemuan Tingkat Menteri Council of Palm Oil Producing Countries (CPOPC) 2021secara Virtual, Jumat 26 Februari yang lalu.

Baca Juga

BACA JUGA: Harga Minyak Sawit Mentah di Jambi Naik Tipis

Dalam kesempatan itu pula, Menko Airlangga menerangkan, pemanfaatan lahan untuk sawit lebih efektif jika dibandingkan dengan tanaman minyak nabati lainnya.

Menko Airlangga menerangkan, pemanfaatan lahan untuk sawit lebih efektif jika dibandingkan dengan tanaman minyak nabati lainnya.

“Secara keseluruhan, minyak sawit memasok 31 persen kebutuhan minyak nabati dunia dengan total penggunaan lahan yang hanya 5 persen.” katanya

Ditambahkan pula menurut data tahun 2019 dari International Union for Conservation of Nature (IUCN) menunjukkan bahwa setiap produksi 1 ton minyak nabati, untuk bunga matahari diperlukan lahan seluas 1,43 hektar.

Sementara itu, untuk memproduksi volume yang sama dari tanaman kedelai dibutuhkan lahan 2 hektar, Sedangkan untuk kelapa sawit hanya dibutuhkan lahan seluas 0,26 hektar, papar Airlangga.

Setelah Indonesia menerapkan kebijakan mandatori B30, awal tahun 2020 lalu, lanjut Airlangga , maka produksi biodiesel nasional terus bertambah.

” Disamping itu melalui kebeijakan tersebut, Indonesia juga berhasil menjaga kestabilan supply dan demand kelapa sawit secara global,” ujar Kepada peserta pertemuan itu.

Dalam kesempatan itu juga Orang nomer satu di Kementerian Perekonomian ini, mengajak Pemerintah Malaysia agar tetap menjaga keseimbangan , supaya harga sawit di pasar dunia tetap menguntungkan.

“Berkat harga yang relatif stabil, kebijakan ini juga turut membantu kesejahteraan petani kelapa sawit di Indonesia,” ucap Menko Airlangga.

Selain itu, Pemerintah Indonesia juga mengapresiasi pembentukan Scientific Committee (Komite Sains) di bawah CPOPC, untuk bersama-sama menjawab kampanye negatif di berbagai negara terkait produk-produk kelapa sawit.

Bahkan, Indonesia mengajak Pemerintah Malaysia untuk bersinergi membangun kesamaan pandangan dan kebijakan, dalam menghadapi diskriminasi atau kampanye negatif mengenai kelapa sawit.

“Kedua negara harus bekerjasama secara optimal untuk meningkatkan penerimaan produk sawit di pasar dunia. Sehingga pengembangan produk hilir sawit menjadi pilihan dengan memperhatikan peningkatan nilai tambah produk,” ujar Menko Airlangga.

Pertemuan Tingkat Menteri tersebut diakhiri dengan CEO Forum yang di co-chair oleh kedua menteri dan dihadiri CEO Perusahaan Kelapa Sawit kedua negara.

BACA JUGA: Pemerintah Mengalokasikan 4.200 Hektare Replanting Sawit di Nagan Raya

CEO Forum menyepakati perlunya pendekatan diplomatic untuk mengcounter negara-negara yang menerapkan tariff barrier atas produk kelapa sawit dan perlu tetap bersama-sama menghadapi segala tantangan supaya kelapa sawit tetap dapat melangkah jauh dan cepat (Together we can go far and fast).

Pertemuan ini selain dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dan Menteri Industri Perkebunan dan Komoditas Malaysia, Datuk Dr. Mohd Khairuddin Aman Razali. juga dihadiri oleh Menteri Pertanian dan Pengembangan Desa Kolombia, Rodolfo Enrique Zea Navarro; Menteri Pangan dan Pertanian Ghana Dr. Owusu Afriyie Akoto; Menteri Pertanian Honduras Mauricio Guevara Pinto dan Kepson Pupita, Senior Official Papua New Guinea mewakili Menteri Pertanian, sebagai negara observer CPOPC yang dalam waktu tidak lama lagi menjadi anggota penuh CPOPC.(sir/lna)