Pemerintah Beri Stimulus Sektor Industri untuk Andalan PDB

  • Whatsapp
Stimulus Bisang Industri
Ilustrasi Industri (foto: koran.tempo.co)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Sektor industri masih memberikan kontribusi terbesar pada struktur Produk Domestik ruto (PDB) nasional sepanjang triwulan II tahun 2020. Dengan mencapai 19,87 persen. Guna menjaga kinerja sektor industri, pemerintah berkomitmen untuk memberikan stimulus atau insentif yang dibutuhkan saat ini.

BACA JUGA: Stimulus UMKM Tekan Gelombang PHK

"
"

Baca Juga

"
"

“Kami akan terus melakukan berbagai upaya strategis, agar industri manufaktur tetap berproduksi dan berdaya saing di tengah pandemi COVID-19. Misalnya memberikan fleksibilitas bagi dunia usaha untuk beroperasi,” tutur Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangan resminya, Jumat 7Agustus 2020.

Lebih lanjut, Menperin menjelaskan, salah satu bentuk dukungan yang telah diberikan. Agar dunia usaha bisa beroperasi di tengah pandemi adalah dengan penerbitan Izin Operasional Mobilitas dan Kegiatan Industri (IOMKI), pada awal triwulan II-2020. Dengan penerbitan IOMKI, diharapkan dapat membantu perekonomian Indonesia tidak terpuruk terlalu dalam.

Pemerintah akan menjalankan pemulihan ekonomi nasional secara simultan, dengan penanganan pandemi COVID-19.

BACA JUGA: Menko Perekonomian Perluas Stimulus Perpajakan Hingga 1.083 KBLI

“Artinya, mendorong aktivitas sektor industri juga harus tetap mengikuti protokol kesehatan yang ketat,” ungkapnya.

Selanjutnya, berdasarkan laporan BPS, terjadinya kontraksi 5,74 persen pada industri pengolahan nonmigas pada triwulan II-2020 disebabkan oleh dampak wabah COVID-19. Sementara itu, di periode yang sama, perekonomian Indonesia tumbuh minus 5,32 persen, secara tahunan (y-o-y).

Kendati demikian, Menperin optimistis, pertumbuhan ekonomi Indonesia bakal membaik pada kuartal III-2020.

“Saya amat yakin triwulan III ini akan rebound,” ujarnya.

Pemerintah Keluarkan Banyak Stimulus

Apalagi, pemerintah telah banyak mengeluarkan banyak stimulus kepada pelaku industri. Termasuk sektor industri kecil menengah (IKM) untuk menggairahkan kembali kinerja mereka.

“Pemerintah sudah menggulirkan berbagai macam stimulus untuk dunia usaha. Bahkan yang terbaru kami telah mengusulkan untuk penghapusan biaya minimum listrik 40 jam nyala bagi industri. Khusus untuk sektor industri, kami menyiapkan adanya stimulus khusus modal kerja yang dapat dinikmati oleh sektor industri, termasuk bagi pelaku IKM,” ulasnya.

Untuk itu, Agus menyatakan, pihaknya bakal terus memantau dan mendorong semaksimal mungkin. Agar stimulus-stimulus yang telah diberikan pemerintah kepada sektor industri dapat segera terealisasi dan terasa manfaatnya.

“Kami juga akan menjaga momentum peningkatan Purchasing Managers Index (PMI) manufaktur Indonesia, agar bisa kembali menembus level 50,0 pada kuartal III-2020,” imbuhnya.

Merujuk hasil survei yang dirilis IHS Markit, PMI manufaktur Indonesia pada bulan Juli 2020, berada di level 46,9 atau naik dibandingkan bulan, sebelumnya dengan 39,1 poin. Peningkatan indeks ini juga menunjukkan tingginya kepercayaan bisnis terhadap kondisi pasar yang lebih normal.(via)

Post Terkait

banner 468x60