Pembunuhan Petani Secara Sadis Oleh Teroris MIT Poso, Romo Benny: Lukai Rasa Kemanusiaan Beragama

  • Whatsapp
yang
Staf Khusus Dewan Pengarah BPIP Antonius Benny Susetyo ( Romo Benny) / istimewa
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Tewasnya 4 Petani di desa Kalimago Kecamatan Lore Timur Kabupaten Poso Sulawesi Tengah yang diduga dibunuh oleh kelompok Teroris Mujahidin Indonesia (MIT) Pada Awal Mei 2021 lalu, menjadi perhatian berbagai kalangan.

Salah satunya staf Khusus Dewan pengarah Badan Pembinaan Ideologis Pancasila ( BPIP) Antonius Benny Susetyo bahwa peristiwa tersebut sangat melukai rasa kemanusiaan setiap Beragama.

Baca Juga

BACA JUGA: Idul Fitri-Kenaikan Isa Al-Masih Bersamaan, Romo Benny: Momentum untuk Aktualisasi Nilai-nilai Agama – Nusadaily.com

Menurutnya, apa yang dilakukan jaringan terorisme pertentangan nilai pancasila karena menghancurkan martabat kemanusiaan.

“Kita berharap pemerintah segera memberikan jaminan rasa aman. Sehingga penduduk dapat bekerja kembali di ladang mereka,” ucap Pria yang akrab disapa Romo Benny itu kepada Nusadaily.com lewat Pesan WAnya Minggu (16/5/2021).

Romo Benny juga meminta, semua aparat keamanan termasuk Densus 88 untuk segera menghentikan kekerasan dan membongkar jaringan terorisme di Wilayah Poso tersebut.

“Itu harus dilakukan dengan cara memotong jalur logistik dan memberikan perlindungan kepada masyarakat, ” kata Romo Benny.

Masih kata Romo Benny, Bahwa dirinya percaya jika Densus 88 mampu memutus jaringan terorisme Poso dan mengembalikan rasa aman bagi masyarakat Poso.

“Apa yang dilakukan jaringan terorisme itu sangat bertentangan dengan nilai pancasila, karena itu menghancurkan martabat kemanusia,” Pungkas Romo Benny.

BACA JUGA: Stafsus BPIP Romo Benny Minta Kemendikbud Riset Saat Merumuskan Peta Pendidikan Tidak Terburu Buru – Noktahmerah.com

Sebelumnya diberitakan 4 Petani di Desa Kalimago Kecamatan Lore Timur Kabupaten Poso Sulawesi Tengah tewas mengenaskan dengan cara dipenggal lehernya saat berada di ladangnya pada Sabtu (1/5/2021) lalu.

Pembunuhan sadis tersebut, diduga dilakukan oleh sekelompok teroris dari Mujahidin Indonesia Timur yang berjumlah lima orang.(sir/eky)