Wagub DKI: Pelaku Bom Dipengaruhi Pemahaman Sempit

  • Whatsapp
bom bunuh
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria. ANTARA/Abdu Faisal
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengemukakan aksi bom bunuh diri di depan Gereja Katedral, Makassar, Sulawesi Selatan, Ahad (28/3), dipengaruhi pemahaman sempit.

BACA JUGA : Empat Anggota Cipayung Malang: GMNI, PMII, HMI, dan HIKMAHBUDHI Kecam Aksi Teror Bom Bunuh Diri di Makassar – Nusadaily.com

Baca Juga

“Yang pertama, memang masalah bom itu ‘kan disebabkan oleh pemahaman yang salah atau sempit dari masyarakat, apalagi itu generasi muda umur 21 tahun, jadi anak-anak kita, adik-adik kita ini mendapatkan pembelajaran dan pemahaman yang salah,” kata Ahmad Riza Patria di Balai Kota Jakarta, Senin (29/3).

Ia mengatakan bahwa generasi muda perlu mendapatkan pendidikan yang baik sesuai dengan ketentuan aturan yang ada di sekolah, kampus, serta lembaga pendidikan lainnya.

“Tentu tugas pemerintah membuat regulasi, silabus, kurikulum, dan sebagainya bersama pihak swasta,” katanya.

BACA JUGA : Kutuk Aksi Bom Bunuh Diri, Gus Jazil: Bertentangan dengan Agama dan Kemanusiaan – Noktahmerah.com

Riza mengatakan bahwa permasalahan tersebut karena ada kelompok dengan pemahaman yang sempit. Memengaruhi generasi muda dengan pemahaman yang salah tentang kegiatan terorisme.

“Seolah-olah kegiatan itu baik, bahwa bunuh diri itu dianggap satu pengorbanan, padahal bunuh diri itu dosa,” katanya.

Dari segi agama, kata Riza, bunuh diri adalah dosa besar. Sehingga Pemprov DKI Jakarta perlu memastikan bahwa semua materi pendidikan sesuai dengan ketentuan yang ada.

BACA JUGA : IPW: Bom Bunuh Diri Makassar, Peringatan Bagi Jajaran Kepolisian Era Kapolri Sigit – Beritaloka.com

Yang kedua, kata Riza, pergaulan generasi muda perlu diawasi, terutama untuk memastikan bahwa lingkungannya dalam kondisi baik.

“Itu perlu kerja sama semua, khususnya dari seluruh warga, aparat kita hadirkan sebanyak mungkin tidak cukup jumlahnya,” katanya.

Riza mengimbau seluruh pihak memberikan masukan dan informasi apabila ada satu tempat/wadah yang memberikan pemahaman sempit serta pembelajaran yang salah.

“Hal ini untuk segera dideteksi, kemudian dilakukan tindakan pencegahan,” katanya.(ros)