Pangdam Jaya: TNI-Polri akan Bertindak Tegas Terhadap Debt Collector

  • Whatsapp
Pangdam Jaya Mayjen TNI
Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman (Foto: Karin/detikcom)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Mayjen TNI Dudung Abdurachman, Pangdam Jaya, memberikan ultimatum kepada perusahaan di wilayah Jadetabek untuk tidak lagi menggunakan jasa debt collector.

Dudung menegaskan TNI-Polri akan bertindak tegas menghadapi aksi premanisme para debt collector.

Baca Juga

BACA JUGA : 11 Debt Collector Pengepung Serda Nuradi Jadi Tersangka – Nusadaily.com

“Saya harapkan kepada perusahaan-perusahaan yang memanfaatkan jasa-jasa debt collector sudah tidak melakukan kembali. Saya dengan Polda metro Jaya akan tegas, tegas berdiri paling depan, berdiri paling depan membantu rakyat, membantu masyarakat yang ada di DKI,” kata Dudung saat jumpa pers di Markas Kodam Jaya, Jakarta, Senin (10/5/2021).

Dudung meminta para perusahaan yang memberikan pinjaman untuk toleransi terhadap debiturnya. Sebab, saat ini banyak masyarakat yang mengalami kesulitan akibat pandemi COVID-19.

BACA JUGA : Babinsa Berhati Mulia, Selamatkan Warga ke RS Tak Peduli Dikepung Debt Collector – Imperiumdaily.com

“Kita pahami dengan kita terjangkit Covid-19 sudah banyak masyarakat yang kesulitan, ada yang di PHK pekerjaan, terutama masalah ekonomi, masalah kesehatan. Sudah 1 tahun lebih kita mengalami seperti ini. Oleh karenanya pada pihak-pihak yang, perusahaan yang memberikan pinjaman agar toleransi lah kepada masyarakat yang saat ini sedang kesulitan,” tutur dia.

Dudung menjelaskan, keringanan untuk para debitur itu juga sudah diberikan pemerintah. Otoritas Jasa Keuangan (OJK), lanjutnya, sudah memperpanjang restrukturisasi kredit hingga Maret 2022.

BACA JUGA : Kodam Jaya Kecam Perampasan Kendaraan Serda Nurhadi Oleh Debt Collector – Noktahmerah.com

Memperpanjang Restrukturisasi Kredit

“Ini pun sudah di tekankan oleh pemerintah bahwa dari Otoritas Jasa Keuangan, dari OJK ini sudah resmi memperpanjang restrukturisasi kredit hingga Maret 2022. Kebijakan ini diharapkan dapat meringankan beban debitur di masa pandemi Covid-19. Coba bayangkan, sehingga bisnisnya bisa, bisa berjalan dengan lancar,” kata Dudung.

Dudung pun kembali menegaskan bahwa pihaknya akan menghentikan aksi premanisme debt collector. Dia menegaskan, tidak boleh ada lagi pihak-pihak tertentu yang menggunakan tindakan premanisme hingga memberikan rasa ketakutan kepada rakyat.

“Debt collector ini akan kita hentikan. Tidak ada karena kekuasaan tertentu memanfaatkan pihak-pihak tertentu, sehingga menggunakan premanisme. Termasuk premanisme yang lain seperti geng motor dan sebagainya. Rencana kita akan tumpas, tidak ada kegiatan-kegiatan yang merugikan masyarakat, tidak ada tindakan-tindakan memberikan rasa cemas, rasa ketakutan,” papar Dudung.

“DKI Jakarta ini harus tentram, damai, dan masyarakat melaksanakan kegiatan-kegiatannya dengan baik tanpa ada rasa ketakutan,” imbuh dia.(han)