Organisasi MARAS Kecam Keras Tuduhan Din Syamsuddin Radikal

  • Whatsapp
Anggota MARAS menyampaikan pernyataan sikap mendukung Din Syamsuddin, Selasa (16/2)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Masyarakat Perantau Sumbawa atau yang lebih dikenal dengan MARAS  Selasa 16 Februari 2021, menggelar jumpa pers terkait tuduhan dan pelaporan mantan Ketua PP Muhammadiyah Prof. Dr. Din Syamsuddin oleh Gerakan Anti Radikal (ITB ) Bandung.

Acara yang di gelar di kawasan Jalan Veteran Ino 26 Jakarta Pusat ini, mengeluarkan lima pernyataan sikap yang dibacakan oleh Sekjen MARAS Darman Annorawi.

Baca Juga

Kelima pernyataan itu disebutkan bahwa Masyarakat Perantauan Sumbawa mengecam keras atas tuduhan GAR ITB atas Din Syamsudin radikal.

Selanjutnya MARAS  juga akan membela dan mendukung mantan Ketua PP Muhammadiyah tersebut. Selain itu organisasi yang sudah berbadan hukum ini juga menegaskan jika ada orang atau sekelompok yang ingin mengubah ideologi Pancasila dengan ideologi lain pihaknya akan ada di garis terdepan untuk melawan dan berjihad untuk membela Pancasila.

MARAS Dukung Aparat Penegak Hukum

Dipernyataan lainnya,  MARAS juga mendukung aparat hukum untuk tidak ragu-ragu menindak tegas seseorang atau kelompok yang ingin memecah belah persatuan dan persaudaraan Bhinneka Tunggal Ika di wilayah Indonesia .

Sedangkan di pernyataan sikap terakhir, MARAS mengajak seluruh masyarakat Sumbawa yang berada di Pulau Sumbawa dan perantauan di Jabotabek serta di daerah lainnya untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi pemecah belah persatuan.

Laporan Dianggap Mengada Ada

Sekjen MARAS Darman Annorawi mengatakan dirinya mengecam keras laporan dan tuduhan GAR ITB itu sepertinya mengada ada. Dan mereka juga belum mengenal betul siapa Din  Syamsuddin. Beliau merupakan tokoh agama yang sudah dikenal baik di dalam negeri dan dunia internasional.

Saat ditanya apakah MARAS Akan menggugat balik atau memberi somasi kepada GAR ITB. Dengan tegas Darman menjawab dirinya akan bertindak jika laporan dan tuduhan tersebut tidak dicabut.

“Kami akan berkoordinasi dengan tim hukum apakah kita akan lapor balik atau tidak. Terpenting GAR ITB harus mencabut dan meminta maaf kepada Din Syamsudin. Jika tidak dilaksanakan kami akan bertindak ,” tegas Darman.

Sementara itu penasehat MARAS yang juga sesepuh warga perantauan di Jakarta Amir Jawas menjelaskan apa yang dilakukan oleh GAR ITB itu keliru menilai Din Syamsuddin, menurutnya sebagai umat Islam seharusnya jangan suodzon dan harus bahu membahu.

“Untuk menjaga kerukunan beragama saya berharap GAR ITB mau meminta maaf ke Din Syamsuddin dan jangan lagi ada tuduh menuduh antar umat beragama,” pungkas Amir.(sir/aka)