Merek Lokal Akan Menjadi Primadona di Pusat Perbelanjaan

  • Whatsapp
Tangkapan layar - Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi saat konferensi pers virtual menjelang Rapat Kerja Kemendag di Jakarta, Kamis (4/3/2021). ANTARA/Tangkapan layar Youtube Sekretariat Presiden/pri. (ANTARA/Tangkapan layar Youtube Sekretariat Presiden)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi menyampaikan merek-merek lokal akan menjadi primadona di berbagai pusat perbelanjaan di Indonesia, sesuai arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat meresmikan pembukaan Rapat Kerja Kementerian Perdagangan (Kemendag).

BACA JUGA : Perpustakaan Nasional RI Dorong Kalteng Perbanyak Buku Konten Lokal – Nusadaily.com

Baca Juga

“Merek-merek Indonesia akan menjadi primadona di mal-mal di Indonesia, kita akan atur aturannya, supaya orang Indonesia bangga membeli produk-produk Indonesia dan turut mengembangkan produk lokal,” kata Mendag Lutfi saat menggelar konferensi pers virtual di Jakarta, Kamis.

Upaya tersebut sejalan dengan program pengembangan produk nasional melalui Bangga Buatan Indonesia (BBI) yang digagas Presiden Jokowi, sehingga produk-produk buatan anak bangsa dapat dibanggakan dan dibeli oleh masyarakat Indonesia.

BACA JUGA : KKP Perlu Mengenali Sebaran-Kebutuhan Pengelola Wisata Bahari Lokal – Noktahmerah.com

Mendag Lutfi memaparkan selama ini pemerintah lebih fokus untuk mengembangkan sisi suplai perdagangan. Untuk itu, lanjut Mendag Lutfi, saatnya menggerakkan sisi permintaan, di mana Indonesia memiliki jumlah penduduk 270 juta jiwa yang sangat potensial.

“Konsumen Indonesia yang 270 juta jiwa itu adalah penting dan bisa memberikan nilai tambah, bargaining position terhadap negara lain. Serta memajukan produk-produk buatan Indonesia,” ujar Mendag Lutfi.

BACA JUGA : Berhasil Basmi Gelombang Baru, China Tak Miliki Infeksi Lokal COVID – Imperiumdaily.com

Dengan demikian, lanjut dia, masyarakat Indonesia dapat menjadi konsumen loyal bagi produk-produk yang diproduksi oleh sebangsanya. Sehingga pelaku usaha baik industriawan hingga selaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dapat menjadi tuan rumah di negeri sendiri.(lal)