Mensos Risma Harapkan Karang Taruna Jadi Motor Penggerak Hadapi Pandemi

  • Whatsapp
Karang Taruna
Menteri Sosial Tri Rismaharini melantik Pengurus Nasional Karang Taruna dan Majelis Pertimbangan Nasional Karang Taruna masa Bhakti 2020-2025 di Gedung Aneka Bhakti Kemensos RI Jakarta, Selasa (2/3/2021). (ANTARA/Devi Nindy)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Menteri Sosial Tri Rismaharini mengharapkan Karang Taruna menjadi motor penggerak dalam menghadapi pandemi COVID-19 maupun bencana di Indonesia.

“Saya tadi menyampaikan Karang Taruna untuk menjadi motor, terutama menghadapi pandemi ini sambil melakukan kerja-kerja sosial yang mungkin bisa digerakkan, misalkan bencana,” ujar Risma di Gedung Aneka Bhakti Kemensos RI Jakarta, Selasa.

Baca Juga

BACA JUGA: Kemensos Beri Santunan Ortu Arjuna, Korban Banjir di Jakbar – Nusadaily.com

Risma melihat pergerakan Karang Taruna di beberapa kabupaten di Indonesia yang terjadi bencana, telah aktif membantu dan bergerak bersama dengan anggota Tagana (Taruna siaga bencana).

Kemudian di beberapa daerah lainnya, anggota Karang Taruna juga berinisiatif membantu didirikannya dapur umum untuk korban terdampak musibah.

“Karena itu saya pikir ini bisa juga daerah-daerah lain yang Karang Taruna-nya belum aktif, bisa diaktifkan, shingga peranan ini bisa akan lebih maksimal,” ujar Risma.

BACA JUGA: 36.049 KPM Kabupaten Blitar akan Terima BST Kemensos – Javasatu.com

Menteri Sosial Tri Rismaharini didampingi Dirjen Pemberdayaan Sosial Edi Suharto melantik Pengurus Nasional Karang Taruna dan Majelis Pertimbangan Nasional Karang Taruna masa Bhakti 2020-2025.

Kepengurusan tersebut terbentuk dari hasil Temu Karya Nasional Karang Taruna VIII tahun 2020.

BACA JUGA: ICW Bertanya, Firli Bahuri Menjawab, soal Kasus Bansos di Kemensos – Imperiumdaily.com

Terpilih sebagai Ketua Umum Karang Taruna Nasional Didik Mukrianto dan Ketua Majelis Pertimbangan Karang Taruna Nasional Gibran Rakabuming.

Risma mengatakan pelantikan dilakukan pada tahun 2021, sebab adanya pergantian jabatan dengan menteri sebelumnya.(eky)