Menguak Misteri Kematian Editor Metro TV Yodi Prabowo

  • Whatsapp
Yodi Prabowo
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Misteri penemuan jasad editor Metro TV Yodi Prabowo terkuak tepat di hari Sabtu (25/7). Tak tanggung-tanggung, dua minggu Polda Metro Jaya berjibaku mencari jejak, hingga merilis penyebab kematiannya.

Upaya mengungkap teka-teki kematian Yodi dilakukan dengan penuh kehati-hatian, tim penyidik gabungan dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Selatan dan Polsek Pesanggrahan lebih dulu memberitahukan pihak keluarga atas hasil penyidikan sebelum merilisnya di hadapan publik.

"
"

Baca Juga

"
"

Tidak hanya itu, penyidikan dilakukan dengan sangat teliti dan penuh pertimbangan, agar kesimpulan yang diperoleh tidak mengecewakan pihak manapun termasuk keluarga korban.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat di Mako Polda Metro Jaya menyebutkan kesimpulan penyebab kematian korban diperoleh berdasarkan hasil penyidikan didukung fakta dan bukti di lapangan.

Penyidik melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) berulang, dari barang bukti yang diperoleh di lokasi kejadian, hasil analisi laboratorium forensik, pemeriksaan saksi-saksi hingga keterangan ahli, penelusuran data, kamera CCCTV, dan data-data pendukungan lainnya.

Menurut Tubagus, dalam waktu sepekan, sebenarnya pihaknya sudah memperoleh kesimpulan hasil penyidikan, hanya saja pihaknya tidak ingin ada terlewat untuk membuktikan kesimpulan tersebut, hingga melakukan rekam jejak aktivitas Yodi, penyelidikan diperpanjang hingga 14 hari untuk mendapatkan hasil sesuai fakta dan penyidikan di lapangan.

“Dari beberapa faktor, dari keterangan ahli, saksi, olah TKP, dari keterangan yang lain, DNA, bukti pentunjuk yang lain, penyidik berkesimpulan diduga kuat melakukan bunuh diri,” kata Tubagus.

Ditemukan Telungkup

Kesimpulan Yodi mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri mencengangkan semua pihak yang sejak awal mengikuti kasus tersebut. Termasuk pihak keluarga yang tidak percaya dengan hasil penyidikan.

Awalnya Yodi diduga dibunuh, mengingat terdapat sejumlah luka tusuk di tubuhnya dan di lokasi kejadian ditemukan sebilah pisau yang diduga sebagai alat kejahatan.

Jasad Yodi Prabowo ditemukan dengan posisi tertelungkup di pinggir jalan Tol JORR dekat tembok pembatas jalan Ulujami Raya, Pesanggarahan Jumat (10/7), lengkap dengan pakaian, jaket serta helm yang dikenakan.

Penemuan jasad Yodi pertama kali oleh tiga anak kecil yang sedang bermain layangan di lokasi kejadian sebelum adzan Shalat Jumat berkumandang.

BACA JUGA: Ungkap Kematian Editor Metro TV, Polisi Dalami Kehadiran Orang Ketiga

Sehari sebelum mayat ditemukan, Rabu (8/7) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB, warga sekitar dibuat bingung dengan sebuah motor terparkir tanpa pemilik di depan warung pengisian bahan bakar mini seberang lokasi jasad ditemukan.

Warga lantas melaporkan termuan tersebut ke Polsek Pesanggrahan, dan sepeda motor dibawa ke Mako Polsek, hingga akhirnya diketahui sepeda motor beat warna putih tersebut adalah milik Yodi Prabowo.

Saat jenazah ditemukan, polisi menduga mayat tersebut sudah meninggal tiga hari kondisinya mulai membusuk. Polisi lalu membawa mayat korban ke RS Polri untuk dilakukan autopsi guna mencari tau penyebab kematian.

Kesimpulan awal yang disampaikan penyelidik, korban diduga dibunuh karena ditemukan luka tusuk akibat senjata tajam. Bahkan sempat dinyatakan ada luka lebam akibat benda tumpul.

“Sementara memang yang kita temukan ada luka-luka terbuka pada eher dan dada korban akibat senjata tajam dan juga ada pukulan senjata tumpul pada bagian leher,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus, Sabtu (11/7).

Namun kesimpulan hasil autopsi tersebut masih tahap awal. Polisi masih menanti petunjuk lain dari Tim Forensik Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, atas kelanjutan hasil autopsi.

Post Terkait

banner 468x60