Melonjaknya Harga Bawang Putih, Dedi Mulyadi Ungkap Permainan Importir

  • Whatsapp
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Pemerintah hingga saat ini masih melakukan impor bawang putih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Saat ini produksi dalam negeri hanya mampu memproduksi 84 ribu ton dari total kebutuhan 500 ribu ton per tahun.

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi mengungkapkan ada permainan importir, dibalik melonjaknya harga bawang putih di pasaran, terutama di Jawa Barat.

"
"

Baca Juga

"
"

“Jujur-jujuran saja, bahwa bawang putih masih ada sekitar 130.000 ton di gudang- gudang para importir tahun yang lalu. Tinggal satgas pangan sekarang operasi di seluruh daerah, kabupaten kota,” kata Dedi dalam diskusi Forum Legislasi, Pengurus Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP) dengan tema: “Harga Bawang Putih Meroket, Rakyat Menjerit! Siapa Yang Bertanggungjawab?” bersama Sudaryatmo selaku Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) dan Direktur Perbenihan Hortikultura Ditjen Hortikulura Kementan, Sukarman di Media Center Parlemen, Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis 13 Februari 2020.

Menurut mantan Bupati Purwakarta ini, para importir dengan sengaja menimbun bawang putih dengan tujuan agar harga bawang di pasaran naik.

“Kenapa para pengusaha ingin membangun spekulasi harga, karena dia dapat untung gede,” ujarnya.

Dedi menekankan, kepada kementerian pertanian, melalui dirjen Hortikultura agar melakukan komunikasi dengan berbagai pihak, termasuk aparat sehingga stok bawang putih yang ditahan dapat ditelusuri.

Dia berpendapat, kelangkaan komoditas Bawang Putih ini sengaja diciptakan dengan mempermainkan supply and demand.

Meski begitu, koordinasi dengan Bulog juga penting dilakukan agar segera melakukan operasi pasar. Para importir dan para pedagang besar harus dipaksa melepas stoknya, sehingga ada penurunan yang menjangkau daya beli masyarakat.

“Penghentian impor bawang putih ini seharusnya berdampak jangka panjang. Jangka Pendek mestinya tidak terpengaruh karena stok masih ada berdasar data resmi badan ketahanan pangan kementerian pertanian. Penjarakan saja para pedagang yang sengaja menimbun stok komoditas dengan tujuan menaikkan harga. Karena aktivitas para spekulan model begini yang selama ini merusak tatanan bernegara kita,” pungkasnya.(via)

Post Terkait

banner 468x60