LaNyalla Mattalitti: 14 Provinsi yang Siap PTM Harus Disiplin Protokol Kesehatan

  • Whatsapp
Pembelajaran
Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) AA LaNyalla Mattalitti (ANTARA/HO-Humas DPD RI)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Ketua DPD AA LaNyalla Mattalitti meminta sebanyak 14 provinsi yang menyatakan siap menerapkan pembelajaran tatap muka (PTM) untuk menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.

“Jangan sampai justru belajar tatap muka menjadi kluster baru penyebaran COVID-19. Lakukan persiapan dengan sematang mungkin dan wajib menerapkan protokol kesehatan,” ujar LaNyalla, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu.

BACA JUGA: Tempe Langka, LaNyalla Minta Pemerintah Stabilkan Harga Kedelai – Nusadaily.com

Kemendikbud menyebut sebanyak 14 provinsi siap melakukan PTM yakni Jawa Barat, DIY, Riau, Sumatera Selatan, Lampung, Kalimantan Tengah, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Bali, NTB, Maluku Utara, Bangka Belitung, Kepulauan Riau dan Sulawesi Barat.

LaNyalla berharap proses pembelajaran tatap muka dipersiapkan secara matang.

BACA JUGA: Kenaikan Harga Cabai dan Telur Picu Inflasi Kota Madiun – Javasatu.com

Senator asal Jawa Timur itu berharap pihak terkait mengkaji terlebih dahulu model pembelajaran yang akan dilakukan saat tatap muka nanti.

“Waktunya harus tepat. Selain itu, metode pembelajarannya juga harus dipersiapkan dengan matang. Jadi para siswa, orang tua, dan juga guru tetap terjaga kesehatannya,” terangnya.

Tidak hanya itu, LaNyalla juga meminta proses belajar tatap muka tidak menjadi kontradiktif dengan upaya pemerintah yang sedang mempersiapkan vaksin.

Seperti yang sama-sama kita ketahui, saat ini pemerintah sudah mendistribusikan vaksin COVID-19 ke daerah. Artinya, ada upaya serius dari pemerintah untuk memutus mata rantai COVID-19 Dan tentunya hal ini harus sama-sama kita dukung,” imbuh dia.

BACA JUGA: Begini Jadinya Jika Wali Kota Malang Duet Bareng Elvy Sukaesih – Dangdutpro.com

LaNyalla mengaku siap mendukung proses belajar tatap muka jika keamanan terjaga.

Tapi ya itu, keselamatan dan kesehatan harus diutamakan dan pihak sekolah dan pihak terkait juga harus tegas jika kondisi sudah tidak memungkinkan,” imbuh dia.(eky)

Post Terkait

banner 468x60