Kompolnas Apresiasi Polri, Kejar Penista Agama Jozeph Paul Zhang

  • Whatsapp
Anggota Kompolnas Muhammad Dawam
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Anggota Kompolnas Muhammad Dawam, mengapresiasi langkah Polri yang telah merespon cepat adanya peristiwa dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Jozeph Paul Zhang.

Menurutnya, Koordinasi Polri dengan interpol adalah bagian upaya mencari dan penindakan hukum yang dilakukan dalam kerangka mencari keadilan, kepastian dan kebermanfaatan bagi pelaku maupun publik.

Oleh sebab itu, katanya, dengan adanya kepastian hukum dengan menindak dan memproses pelakunya sampai dalam pengadilan, maka akan menjadi kepastian hukum mencerminkan keseriusan penindakan hukum oleh Polri.

“Saya yakin semua pihak juga akan mendukung langkah tegas itu, sekaligus sebagai edukasi publik agar masyarakat lebih bijak, lebih hati-hati dalam bermedsos maupun berinteraksi sosial, ” ucap Dawam dalam keterangan tertulisnya kepada Nusadaily.com Rabu 21 April 2021.

Dia menilai, hal tersebut merupakan pelanggaran prinsip dasar keimanan seseorang, dan tentunya sangat mengusik harmoni transendensi ummat muslim bukan hanya di Indonesia saja bahkan umat Islam di dunia.

“Maka wajar terjadi protes di mana mana,” kata Dawam.

Ditambahkan, Kompolnas sebagai pengawas eksternal Polri, patut memberi dukungan penuh terhadap tindakan positif yang ditunjukkan
Polri sekaligus untuk memastikan tertib sosial, tertib bernegara, tertib beragama di Indonesia sekaligus menjamin pemeliharaan keamanan dan ketertiban di dalam negeri.

“Jika hal ini tidak dilakukan tindakan hukum yang presisi sesuai norma, agama, susila dan negara, dikhawatirkan akan terjadi gejolak yang lebih besar,” tegas Dawam.

Masih kata Dawam bahwa gerakan maupun pemikiran seperti diatas itu, tidak boleh dibiarkan lestari di Bumi Indonesia, karenanya prinsip dasar keyakinan seorang Muslim, bahwa Nabi terakhir adalah Nabi Muhammad SAW.

“Saya berharap tidak ada lagi pihak manapun dan atas nama apapun menodai keyakinan agama yang ada di Indonesia,” pinta Dawam

Terakhir, Dawan menegaskan siapapun yang menodai agama yang diakui di Indonesia, maka Polri harus sama-sama kita dukung penuh untuk memberantas sampai akar-akarnya, agar tidak ada lagi penistaan dan penodaan agama sebagaimana yang terjadi itu.

“Semoga Polri diberi kekuatan lahir batin membasmi kebatilan baik pemikiran maupun gerakan-gerakan yang mengusik dan memicu perpecahan ummat,” pungkasnya. (sir/kal)