Komisi IX DPR Minta Pemerintah Desak Sinovac Segera Urus EUL dari WHO

  • Whatsapp
vaksin haji
Anggota Komisi IX DPR RI, Saleh Partaonan Daulay. (Istimewa)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Pemerintah kerajaan Arab Saudi telah memuat aturan untuk jemaah Haji Indonesia salah satunya adalah mengharuskan setiap jamaah haji dan umroh harus divaksin dengan vaksin yang telah memiliki Emergency Use Listing (EUL) dari WHO.

Terkait EUL tersebut, Anggota Komisi IX DPR RI, Saleh Partaonan Daulay meminta Pemerintah RI agar mendesak Perusahaan China yang memasok Vaksin Sinovac ke Indonesia yakni Sinovac Biotech Ltd segera mengurus Emergency Use Listing (EUL) dari WHO.

Baca Juga

BACA JUGA: Duh! Sinovac Belum Disertifikasi WHO, Bagaimana Nasib Jemaah Haji RI Ya?

“Ini sangat penting mengingat jamaah haji dan umroh terbesar di dunia adalah dari Indonesia,” ujar Saleh Daulay kepada kepada Wartawan Senin 19 April 2021.

Disamping itu dirinya juga mengatakan, sebelumnya menteri agama menyebutkan bahwa Saudi sangat berkepentingan dengan persoalan vaksinasi ini, dikarenakan masih merebaknya virus Cvid-19 di banyak negara.

Sebagai konsumen dan pengguna vaksin Sinovac yang tidak sedikit, maka kata Saleh, Pemerintah Indonesia dinilai sangat layak menuntut agar Sinovac Biotech Ltd segera mengurus EUL tersebut.

Posisi Indonesia adalah pembeli. Karena itu, menurut Wakil Ketua MKD itu, perusahaan yang mesti mengurus persoalan pendaftaran dan urusan administratif.

“Ini saya dengar malah pemerintah Indonesia yang memberikan perkiraan. Ada yang memperkirakan akan keluar di bulan April, ada juga yang menyebut di awal Mei. Tidak diketahui mana yang paling benar. Yang jelas, sampai hari ini belum keluar dan belum masuk dalam list WHO,” tegas Mantan Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah itu.

Tahun ini kata Saleh, pemerintah Saudi diperkirakan akan kembali menerima jamaah haji. Seperti biasa, Saudi akan sangat ketat menjaga persyaratan yang mereka tetapkan.

BACA JUGA: Menkes Ungkap Perebutan Vaksin COVID-19 di Dunia Semakin Keras

“Karena itu, jamaah haji kita yang telah divaksin Sinovac harus dipastikan diakui dan diperbolehkan masuk Saudi. Kalau tidak, daftar antrean jamaah yang mau berangkat haji akan semakin panjang,” pungkasnya.(sir/lna)