Komisi II DPR RI Agendakan Fit and Proper Test 18 Calon Ombudsman 2021-2026

  • Whatsapp
Ketua Komisi II DPR RI Dr.Ahmad Doli Kurnia Tanjung S.Si.MT. saat Konfrensi Pers di Gedung Parlemen Senayan Jakarta. (DPR RI For Nusadaily.com)
banner 468x60

NUSADAILY COM – JAKARTA – Komisi II DPR RI agendakan pemilihan atau penetapan Anggota Ombudsman yang baru untuk Priode 2021- 2026. Sebelumnya pada Desember lalu Presiden Joko Widodo telah mengirimkan surat ke DPR.

Ada 18 nama calon Ombudsman 2021-2026, yang sudah dilakukan proses seleksi oleh panitia, yang dibentuk oleh pemerintah dan kemudian sudah dilakukan proses juga di pimpinan DPR. Kemudian 19 Januari kemarin badan musyawarah DPR RI juga sudah memutuskan dan menyerahkan proses fit and proper test ini kepada komisi II.

Baca Juga

Hal tersebut disampaikan ketua Komisi II DPR RI Dr.Ahmad Doli Kurnia Tanjung S.Si.MT. saat Konfrensi Pers di Gedung Parlemen Senayan Jakarta Kamis 21 Januari 2021l

“Barusan kami juga sudah melakukan rapat internal dan sudah menyusun agenda. Terhadap waktu fit and proper test dari 18 calon anggota ombudsman republik Indonesia,” Ujar Ahmad Doli.

BACA JUGA:

Dirinya juga mengatakan bahwa pihaknya sudah menetapkan jadwal, dan menunggu masukan dari masyarakat hingga hari Senin

“Secara formal kami akan mengundang YLKI dan pemerhati pelayanan publik. Untuk kita dengarkan masukan dan pandangannya terhadap 18 nama ini,” kata Ahmad Doli

Rencananya, Lanjut Ahmad Doli selama dua hari akan melakukan fit and Proper test terhadap 18 nama tepatnya Selasa-Rabu tanggal 26-27 Januari 2021.

“Kami juga sudah menerima dokumen dari pemerintah daftar riwayat hidup lengkap. Serta makalah, yang berisi visi-misi yang sudah 18 nama sampaikan kepada panitia seleksi dan ini kita akan dengarkan penjelasannya,” tutur Politisi Golkar Dapil Sumatera Utara III.

Berikut nama 18 calon Ombudsman 2021- 2026:

  1. Andri Gunawan Sumianto SH, MA saat ini profesinya adalah sebagai tenaga ahli DPR RI
  2. Bobi Hamzah Rafinus Ir, MIA, sekarang berprofesi sebagai ASN pada kementerian perekonomian.
  3. Dadang Suparjo suharmawijaya S.IP, M.IP saat ini sebagai anggota ombudsman republik Indonesia
  4. Hani Hasyim sekarang saat ini merupakan konsultan komunikasi pada PT. red white communication
  5. Heru Setiawan MH, vice president kelembagaan pada PT PLN pusat
  6. Heri Susanto S.PI M. SI direktur operasional pada PT Nusantara global
  7. Indraza Marzuki Rais , kepala SPI PT perikanan Nusantara persero.
  8. James Modouw Dr. M.MT , dosen pengajar pada ISI Denpasar
  9. Jemsly Hutabarat , Ir. SH, MM , pegawai pada PT. GMF Aeroasia
  10. Johanes Widyantoro Dr. SH,MH , dosen pada universitas Atmajaya Jogjakarta
  11. Muhammad Najih Dr. SH, M.Hum, dosen pengajar pada universitas Muhammadiyah Malang
  12. Muhammad Joni Julianto, konsultan pada AIP_J-Cardno emerging market
  13. Nurchalis Madjid, kepala perwakilan ombudsman republik Indonesia provinsi Kalimantan Selatan.
  14. Ratminto, dosen pengajar pada universitas gadjah Mada Yogyakarta
  15. Robertus Na Endi jaweng , peneliti dan pimpinan pada komite pemantauan pelaksanaan otonomi daerah
  16. Robi Arya Brata SH LLM, MPP, Ph,D, ASN pada kabinet republik Indonesia
  17. Ucu SE, MM, Ak, CA adalah ASN pada sekretariat presiden republik Indonesia
  18. Yeka Hendra Fatika, SP- ketua pusat kajian pertanian pangan dan advokasi.

Rapat Internal Tanggal 28 Januari

Selanjutnya, kata Ahmad Doli, pihaknya akan melaksanakan rapat internal kembali tanggal 28 Januari. Untuk memutuskan mekanismem penetapan pemilihan 18 nama ini menjadi sembilan nama.

“Insya Allah mudah-mudahan kalau di hari Kamis tanggal 28 itu kita bisa sepakati mungkin tanggal 29 atau hari Senin berikutnya. Kita sudah bisa menetapkan sembilan (9) nama anggota Ombudsman republik Indonesia yang baru untuk periode 2021-2026,” Terang Ahmda Doli.

Dirinya juga berharap masyarakat dan semua pihak bisa memberikan tanggapan, respon, masukan terhadap 18 nama yang di sampaikannya.

Dalam jumpa pers tersebut Ahmad Doli di Dampingi oleh Saan Mustofa sebagai wakil ketua komisi II DPR RI, kemudian Mardani Ali Sera dari fraksi PKS , Endro S dari fraksi PDI-P dan Prasetyo dari fraksi gerindra. (sir)