KKP Telah Salurkan 2,1 Juta Benur Udang Windu di Aceh Tahun 2021

  • Whatsapp
Ilustrasi - Petambak memamerkan hasil budidaya udang mereka. ANTARA/HO-KKP
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP) Ujung Batee, Aceh Besar, telah menyalurkan sebanyak 2,1 juta benur atau benih udang windu di provinsi tersebut sepanjang 2021.

“Menurut data yang dihimpun, hingga pertengahan tahun 2021 BPBAP Ujung Batee telah menggelontorkan total bantuan benur udang windu sebanyak 2,1 juta ekor,” kata Dirjen Perikanan Budidaya KKP Tb Haeru Rahayu, dalam siaran pers di Jakarta, Rabu.

Baca Juga

BACA JUGA : KKP Tebar Benur Perdana di Tujuh Lokasi Tambak Udang

Terakhir, lanjutnya, pada Juli 2021 KKP menyalurkan bantuan berupa benur udang windu sebanyak 500 ribu ekor yang diberikan kepada Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Hidayah Bahari dan Pokdakan Dayah Mini Aceh.

Selain itu tahun 2021 BPBAP Ujung Batee juga berencana menyalurkan bantuan benih ikan kakap putih, nila salin, bandeng. Serta benur Udang Vaname sebanyak 7,6 juta ekor kepada Pokdakan di wilayah kerjanya.

BACA JUGA : KKP Tebar Benur Perdana di Tujuh Lokasi Tambak Udang

Ia mengungkapkan penyaluran bantuan benih ikan dan udang menjadi salah satu kegiatan prioritas yang turut menunjang program pembangunan kampung-kampung perikanan budi daya berbasis kearifan lokal di masyarakat.

“Potensi dan keuletan yang dimiliki oleh masyarakat khususnya pembudidaya menjadi modal utama dalam usaha meningkatkan produksi dan kinerja di sektor kelautan dan perikanan Indonesia. Pemerintah turut mendorong usaha tersebut melalui berbagai program seperti penyaluran bantuan, diseminasi, penyuluhan, serta memberikan akses kepada modal usaha,” ujarnya.

BACA JUGA : Artis Cita Citata Disebut Terima Aliran Dana di Sidang Bansos Corona Kemensos

Sementara itu Kepala BPBAP Ujung Batee M Tahang menjelaskan pihaknya selalu mengutamakan prinsip budi daya yang dikelola secara bertanggung jawab serta berkelanjutan.

Meningkatkan Produktivitas

Menurut dia, timnya tidak henti untuk mengedukasi masyarakat terkait manajemen usaha yang baik dan pengelolaan secara gotong-royong. Agar dapat meminimalisir kegagalan serta meningkatkan produktivitas tanpa menghilangkan prinsip ramah lingkungan.

BACA JUGA : Terdampak Pandemi, Pedangdut Magetan Jualan Pecel

Terkait budi daya udang, sebelumnya Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyatakan aktivitas pengelolaan tambak udang perlu untuk betul-betul diselaraskan dengan prinsip ekonomi biru. Agar hasilnya berkelanjutan dan tidak merusak lingkungan.

Menteri Trenggono mengusulkan perizinan tambak budi daya menjadi wewenang pemerintah pusat setingkat kementerian dari yang tadinya di daerah untuk menjamin aktivitas pertambakan sesuai dengan prinsip ekonomi biru.

Apalagi ia mengingatkan bahwa udang juga menjadi salah satu komoditas perikanan yang digenjot produktivitasnya untuk kebutuhan pasar ekspor. Dengan target ekspor udang nasional meningkat 250 persen pada tahun 2024.(lal)