Ketua MPR Dorong Pemda Kembali Tingkatkan Disiplin Protokol Kesehatan

  • Whatsapp
MPR RI
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet). (ANTARA/ Youtube Kabar Senator)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) mendorong pemerintah daerah (pemda) kembali menerapkan protokol kesehatan dan meningkatkan kedisiplinan dalam di daerah-nya.

BACA JUGA : Sejumlah Harga Bahan Pokok di Kota Batu Diprediksi Mengalami Kenaikan 5 Persen

Baca Juga

“Mendorong pemda bersama Satgas Penanganan COVID-19 untuk meningkatkan kedisiplinan aparat pemda dan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan seperti mengenakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun serta memastikan ketersediaan fasilitas yang mendukung di tempat-tempat yang terjangkau,” kata Bamsoet dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.

Hal itu dikatakannya sebagai respons atas Satgas Penanganan COVID-19 yang menyampaikan makin banyak pemda yang mulai abai dalam menerapkan protokol kesehatan.

Ia juga mendorong pemerintah untuk mengingatkan kembali pemda yang abai tersebut akan bahaya penyebaran COVID-19 di daerah-nya.

BACA JUGA : Pinangki Tampil Syar’i di Sidang Lanjutan, JPU Tolak Eksepsi

“Di samping mengevaluasi kondisi meningkatnya kabupaten dan kota yang berubah status dari zona kuning, yaitu wilayah dengan risiko rendah penularan COVID-19 menjadi zona jingga, yaitu wilayah dengan risiko penularan COVID-19 yang sedang,” ujar Bamsoet.

Zona Penularan COVID-19

Selain itu, kata dia, jua mendorong pemerintah pusat dan pemda berupaya mengembalikan kondisi wilayah yang sebelumnya berada di zona kuning dan hijau. Namun berpindah ke zona jingga agar kembali ke zona yang memiliki tingkat penularan COVID-19 yang lebih rendah.

Selanjutnya, juga mendorong seluruh aparat pemda dan masyarakat untuk memperhatikan dampak dari COVID-19 terhadap kondisi kesehatan pribadi dan lingkungan. Dan diharapkan juga agar masyarakat tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan.

“Jangan merasa bahwa situasi sudah aman dan merasa nyaman sehingga mulai melupakan pentingnya upaya pencegahan COVID-19,” ujar dia.