Kerja Sama UMKM HIPMI dan House of Indonesia Sydney

  • Whatsapp
HIPMI dan House
MOU HIPMI dengan House of Indonesia Sydney secara daring untuk membuka ekspor bagi produk usaha mikro, kecil, dan menengah ke pasar Australia. ANTARA/HO-HIPMI
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) dan House of Indonesia Sydney menjalin kerja sama untuk membuka ekspor bagi produk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) Tanah Air ke pasar Australia.

BACA JUGA : Ketua DPD Menilai, Sistem Kemitraan Akan Perkuat UMKM – Nusadaily.com

“Kerja sama yang dituangkan dalam bentuk nota kesepahaman (MoU) ini sejalan dengan program pemerintah untuk membuka pasar ekspor untuk produk-produk UMKM,” kata Ketua BPP Hipmi Bidang Perdagangan Perindustrian & ESDM, Rama Datau dalam keterangan tertulis, di Jakarta, Selasa.

Rama mengatakan BPP HIPMI mengambil langkah aktif untuk menggandeng Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) di sejumlah negara. Serta diaspora salah satunya dengan House of Indonesia yang berada di Sydney Australia.

House of Indonesia merupakan sebuah entitas bisnis yang dikelola oleh diaspora Indonesia di Sydney Australia yang selama ini sudah aktif melakukan importasi produk produk dari Indonesia dan dipasarkan di negeri kangguru tersebut.

BACA JUGA : Sambangi Yayasan Lingkar Perdamaian, LaNyalla ingin Budidaya Kurma dikerjasamakan dengan UMKM – Noktahmerah.com

Diaspora tersebut telah mengimpor produk Indonesia selama lebih dai 30 tahun dan juga telah berhasil memfasilitasi beberapa perusahaan Indonesia termasuk BUMN untuk masuk ke Australia.

Rama Datau mengatakan bahwa MoU ini bertujuan untuk membuka akses pasar di Australia untuk produk produk yg di hasilkan oleh para pelaku UMKM.

Produk produk tersebut nantinya sebelum bisa di ekspor. Tentunya akan melalui proses kurasi terlebih dahulu yang akan di lakukan oleh kedua belah pihak yaitu HIPMI dan House of Indonesia.

BACA JUGA : BPKM: Program Kemitraan Dengan Perusahaan Dorong UMKM Naik Kelas – Imperiumdaily.com

Rama Datau menambahkan bahwa salah satu tantangan pelaku UMKM untuk bisa masuk di pasar internasional adalah bagaimana para pelaku UMKM tersebut bisa memproduksi suatu produk. Bukan hanya baik dari sisi kualitas dari produknya itu sendiri tetapi juga sampai ke cara pengemasan. Konsistensi dari kualitas produknya dan tentu adalah soal harga.

Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional

Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional, Kasan berharap HIPMI dapat berperan lebih luas. Dalam mendorong anggotanya untuk menjadi eksportir mengingat jumlah UKM Ekspor Indonesia yang masih relatif kecil.

Ke depan BPP HIPMI juga akan berkolaborasi dengan ITPC dan diaspora di negara-negara lain. Tidak hanya Australia termasuk berencana mendirikan beberapa perwakilan di luar negeri dimulai dari Australia.

Konjen RI Sydney Heru Subolo menyambut baik penandatanganan MoU antara HIPMI dengan House of Indonesia. Sebagai bagian upaya peningkatan ekspor produk Indonesia. Terutama produk UKM dan mengambil manfaat optimal dari Indonesia Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA CEPA).

Heru menggarisbawahi beberapa “enabling environment” terkait upaya di atas antara lain nota kesepahaman kerja sama sister state/ province. Antara DKI dan New South Wales, Jawa Tengah dan Queensland, Jawa Barat dan South Australia, Sister City antara Semarang dan Brisbane, dan Makassar-Gold Coast.

Saat ini juga tercipta peluang yang tercipta dari perang dagang Australia – Tiongkok dan yang tidak kalah pentingnya keberadaan pebisnis diaspora Indonesia di Sydney dalam menggenjot ekspor produk UKM. Serta keberadaan bisnis restoran Indonesia sebagai jendela produk Indonesia khususnya makanan minuman.

Heru juga menambahkan Australia selama ini memegang peran penting sebagai pengumpul (hub) produk ekspor Indonesia ke pasar negara-negara pasifik.(ros)