Kementerian PUPR Pakai Teknologi Perkuatan Struktur Untuk Program BSPS

  • Whatsapp
Program Bantuan Stimulus Perumahan Swadaya atau BSPS Kementerian PUPR. Dokumentasi Kementerian PUPR

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat atau PUPR menggunakan teknologi perkuatan struktur untuk program Bantuan Stimulus Perumahan Swadaya (BSPS) pada tahun 2021 ini.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyatakan perlu adanya inovasi baru untuk menunjang proyek pembangunan.

Bacaan Lainnya

BACA JUGA : PUPR Percepat Pembangunan Jalan Tol Serang-Panimbang – Nusadaily.com

“Saya mengapresiasi sekecil apapun inovasi yang dilakukan dalam pembangunan infrastruktur,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Kementerian PUPR terus mendukung inovasi teknologi dan penggunaan produk dalam negeri untuk pembangunan infrastruktur. Salah satunya adalah penggunaan Teknologi Lapisan Ferosemen dalam Program BSPS tahun 2021 ini.

BACA JUGA : Bekerja sama dengan Kementerian PUPR, Unand segera Bangun Rusunawa untuk Dosen – Imperiumdaily.com

Teknologi ini digunakan untuk memperkuat struktur rumah masyarakat, meminimalisir kerusakan bangunan serta menjamin keselamatan bangunan dan penghuninya.

Direktur Jenderal (Dirjen) Perumahan Kementerian PUPR Khalawi mengatakan bahwa pihaknya melakukan inovasi dalam membangun rumah Program BSPS.

BACA JUGA : Kementerian PUPR Targetkan 19 Ruas Tol Baru Tuntas Selama 2021 – Noktahmerah.com

Agar Rumah Lebih Kuat Secara Struktur

Inovasi ini diperlukan agar rumah-rumah tersebut lebih kuat secara struktur bangunan dan layak dengan menggunakan Teknologi Lapisan Ferosemen yang merupakan inovasi Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian PUPR tahun 2017.

Khalawi melanjutkan, bahwa pemerintah terus berupaya meningkatkan jumlah bantuan Program BSPS untuk membantu masyarakat memiliki hunian layak.

“Kami akan terus mendorong pelaksanaan Program BSPS di seluruh wilayah Indonesia. Program BSPS selain dapat meningkatkan kualitas rumah masyarakat yang sebelumnya tidak layak huni menjadi layak huni dengan dana stimulan dari pemerintah,” ujar Khalawi.

Demi melancarkan program tersebut pada TA 2020 pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp17,5 juta per unit rumah untuk disalurkan kepada masyarakat.

Sedangkan pada TA 2021 jumlah pengalokasian anggaran ditingkatkan sebesar Rp20 juta per unit rumah, dana ini ditujukan untuk pembelian bahan material bangunan sebesar Rp17,5 juta dan upah tukang sebesar Rp2,5 juta.(lal)