Kemenag Batalkan Sertifikasi Penceramah, Ketua DPD RI: Penguatan Kompetensi Lebih Rasional

  • Whatsapp
lanyalla
Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti saat berbincang dengan Bupati Gresik H. Fandi Akhmad Yani seusai sholat Jumat di salah satu masjid di Surabaya beberapa waktu lalu.(ist)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Ketua DPD RI, AA La Nyalla Mahmud Mattalitti, mendukung langkah Kementerian Agama (Kemenag) yang membatalkan program sertifikasi untuk penceramah. Karena Menurut La Nyalla, penguatan kompetensi jauh lebih rasional dan perlu untuk dilakukan.

Rencana sertifikasi untuk penceramah ini mencuat pertengahan tahun 2020 dan menuai kontroversi.

Baca Juga

BACA JUGA: Ini Kata Ketua DPD RI Soal Penyerangan di Mabes Polri

“Namun, Kementerian Agama telah membatalkan ini dan memilih melaksanakan penguatan kompetensi penceramah agama dengan melibatkan Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Majelis Ulama Indonesia (MUI), dan ormas lainnya,” terang La Nyalla dalam keterangan tertulisnya, Selasa 6 Maret 2021

Senator asal Jawa Timur itu menilai keputusan membatalkan rencana tersebut sudah tepat.

“Sejak awal, rencana itu sudah menjadi kontroversi, pro dan kontra terus mencuat. Langkah penguatan kompetensi lebih rasional dan cenderung tidak menuai kontroversi banyak pihak,” katanya.

Masih kata , LaNyalladengan pelatihan penguatan, Indonesia akan memiliki para penceramah yang tangguh dan berwawasan nasionalisme.

“Sehingga kita akan mendapati masyarakat yang tercerahkan. Karena para penceramah merupakan garda terdepan dalam membentuk opini dan paradigma masyarakat,” tuturnya.

BACA JUGA: La Nyalla Isi Kuliah Kebangsaan di IAIN Samarinda

Ketua Dewan Kehormatan Kadin Jawa Timur itu mengharapkan dilakukan penguatan substansi dan materi yang berwawasan kebangsaan dan pertahanan nasional dan anti terorisme yang disampaikan para penceramah.

“Penceramah bisa memberikan pengetahuan mengenai
ancaman dan tantangan bangsa. Sehingga masyarakat menjadi waspada dan bersatu membangun bangsa ke depan,” katanya.(sir/lna)