Kejagung Tetapkan 4 Orang Kerah Putih Sebagai Tersangka

  • Whatsapp
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Kejaksaan Agung (Kejagung) telah menetapkan 4 orang tersangka dalam kasus dugaan korupsi PT Danareksa Sekuritas, anak usaha BUMN PT Danareksa (Persero).

Untuk kesekian kalinya kasus pidana dalam jejeran orang-orang kerah putih ini diringkus penyidik Kejagung, dimana mereka berkaitan dengan pemberian fasilitas pembiayaan dari Danareksa Sekuritas kepada dua debitur yakni PT Aditya Tirta Renata dan PT Evio Sekuritas.

Baca Juga

Berdasarkan perhitungan kerugian dari kasus ini, mencapai angka ratusan miliar rupiah, Jumat 21 Februari 2020.

Sebelumnya, Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung (Kapuspenkum Kejagung) Hari Setiyono mengatakan, tiga dari 4 tersangka yang ditetapkan berinisial RAR, ZNY, dan TR. Namun ia tidak menyebutkan peran dari masing-masing tersangka itu.

“Ada 4 tersangka yg sudah ditetapkan berdasarkan surat perintah penyelidikan direktur penyidikan pada Jampidsus, No. Print 14/N:FD:-01/2020 tanggal 15 Januari,” sebut Hari di kantornya, Jalan Sultan Hasanuddin, Jakarta Selatan, Rabu 19 Februari 2020.

Namun para tersangka ini sudah mengajukan gugatan praperadilan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

“Mereka melakukan upaya hukum, melakukan (upaya) praperadilan terhadap penyidik yang sedang disidangkan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Prosesnya masih beracara pada Pengadilan Negeri Jakarta Selatan,” beber Hari.

Namun Hari belum menyebutkan pasal yang dikenai terhadap para tersangka.

Kasus Danareksa berawal dari gagal bayar dari repo (gadai) saham di PT Sekawan Intipratama Tbk (SIAP). Rennier Abdul Rachman Latief sebelumnya menjabat sebagai Komisaris Utama di SIAP. Sementara Teguh Ramadhani adalah CEO dari PT EVIO Sekuritas. Adapun Zakie Mubarak Yos adalah pemegang saham dari SIAP.

Kasus Danareksa ini pun menjadi satu dari tiga kasus di luar PT Asuransi Jiwasraya (Persero) yang akan ditindak oleh Kejagung sebagaimana disampaikan Jaksa Agung ST Burhanuddin saat menjadi pembicara dalam Rapat Koordinasi Investasi 2020 di Grand Ballroom Ritz Carlton, Kamis 20 Februari 2020.

Selain itu, Jaksa Agung dalam slide-nya membeberkan dua penindakan Kejagung yakni terhadap dugaan tindak pidana korupsi dalam proses pemberian dan penggunaan fasilitas kredit dari Bank Mandiri kepada PT Central Steel Indonesia.

Tidak hanya itu, Kejagung juga tengah mengembangkan penyelidikan dugaan tindak pidana korupsi terkait pemberian Kredit Yasa Griya (KYG), oleh PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) Cabang Semarang kepada debitur PT Tiara Fatuba dan novasi kepada PT Nugraha Alam Prima serta PT Lintang Jaya Property.(dan)