Ini Kesaktian 153 WN China Masuk Indonesia di Masa Pembatasan

  • Whatsapp
WNA China
Sejumlah warga negara asing (WNA) dengan menggunakan baju hazmat tiba di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Sabtu (2/1/2021). Guna mencegah masuknya varian baru virus corona, Pemerintah Indonesia melarang seluruh WNA masuk wilayah Indonesia mulai 1 Januari hingga 14 Januari 2021 kecuali WNA yang memegang visa diplomatik, visa dinas yang terkait kunjungan resmi pejabat asing setingkat menteri ke atas, pemegang izin tinggal diplomatik dan izin tinggal dinas serta pemegang Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS) dan Kartu Izin Tinggal Tetap (KITAP). ANTARA FOTO/Fauzan/wsj.(FAUZAN)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Kepala Sub Bagian Humas Direktorat Jenderal Imigrasi Kemenkumham, Ahmad Nursaleh mengklaim 153 WN China yang tiba di Bandara Soetta pada Sabtu (23/1) masuk kelompok yang dikecualikan.

Menurutnya, pendatang dari China itu boleh masuk di tengah pelarangan WNA masuk ke Indonesia.

“Pada Sabtu 24 Januari 2021 telah mendarat mendarat pesawat China Southern Airlines dari Guangzhou. Dengan membawa 171 penumpang yang terdiri 153 WN RRT (China) dan 18 WNI,” kata dia, Minggu (24/1).

BACA JUGA: Gresik Daerah Pertama di Jatim Melakukan Vaksinasi Covid-19

“Seluruh penumpang asing yang mendarat tersebut masuk dalam kategori orang asing yang diizinkan masuk ke wilayah Indonesia. Berdasarkan SE Dirjen Imigrasi tentang pembatasan sementara masuknya orang asing ke wilayah Indonesia dalam masa pandemi covid-19,” lanjut dia.

Meski demikian, Ahmad tak merinci kesaktian  ratusan WN China tersebut yang melenggang  masuk ke Indonesia menjadi kelompok yang dikecualikan.

Terpisah, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyatakan sebanyak 153 warga negara China yang datang ke Indonesia memiliki izin kerja di 41 perusahaan.

“Dari 153 WNA tersebut sudah memiliki izin kerja di 41 perusahaan dan izin tinggal terbatas di Indonesia,” terang Dirjen Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (Binapenta dan PKK) Kemennaker, Suhartono, Senin (25/1).

Bamsoet Pertanyakan Urgensinya

Seperti diberitakan sebelumnya, Bambang Soesatyo (Bamsoet), Ketua MPR  mempertanyakan urgensi serta dasar hukum pemerintah soal kedatangan 153 warga negara asal China yang masuk ke Indonesia lewat Terminal III Bandara Soekarno Hatta, Tangerang pada Sabtu (23/1).

BACA JUGA: Bamsoet Pertanyakan Urgensi 153 WN China Masuk di Masa Pembatasan

Menurutnya, pemerintah juga harus menerangkan soal konsistensi dalam menjalankan aturan terkait larangan warga negara asing (WNA) masuk Indonesia yang telah diperpanjang sampai 8 Februari 2021.

“Pemerintah harus menjelaskan urgensi datangnya 153 WNA tersebut,” kata pemilik sapaan akrab Bamsoet dalam keterangannya, Selasa (26/1).

Waketum Partai Golkar itu juga meminta pemerintah menyosialisasikan kelompok WNA yang mendapatkan pengecualian untuk masuk ke Indonesia.

BACA JUGA: China Hopes Their Relations With U.S. Will be Recovered Soon

Menurutnya, sosialisasi itu penting agar masyarakat mendapatkan penjelasan yang valid mengenai kelompok WNA yang masih bisa masuk Indonesia.

Apabila memang terdesak untuk memasukkan WNA ke Indonesia. Bamsoet menambahkan, pemerintah harus memperketat prosedur perizinan termasuk kondisi kesehatan dan kewajiban menerapkan protokol Covid-19.

BACA JUGA: China’s Daily COVID-19 Cases Are Rising, Driven by Asymptomatic Patient

“WNA memiliki surat tes bebas covid-19 yang valid dan melakukan karantina sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan,” tuturnya. (han)