Giliran Massa Aksi Demo Jakarta Bentrok dengan Polisi

  • Whatsapp
demo jakarta
Masa aksi bentrok dengan Polisi, menolak UU Omnibus Law di Jakarta. (istimewa)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Ribuan massa aksi terdiri dari mahasiswa dan serikat buruh yang melakukan demo tolak UU Omnibus Law Cipta Kerja (Ciptaker) di sekitar Gedung Istana Negara bentrok dengan aparat kepolisian, Kamis, 8 Oktober 2020.

Massa aksi ricuh di sekitar Gedung Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Kerusuhan sendiri dipicu oleh keinginan massa aksi yang menuju Istana Negara untuk menyampaikan aspirasi, namun dihadang oleh aparat kepolisian.

Baca Juga

BACA JUGA: Demo Jakarta Rusuh, Water Canon Bikin Massa Beringas

Pantauan Nusadaily.com di lapangan, massa aksi dari berbagai lintas terus berdatangan dengan menuju Istana merdeka. Menyuarakan yel-yel perlawanan menolak UU Omnibus Law. Polisi pun memblokade jalan menuju Istana.

BACA JUGA: Demo Jakarta Mencekam, Polisi vs Massa ProDEM

Namun, massa aksi terus melakukan perlawanan dengan melempari batu dan sejenisnya. Dan Polisi terus membubarkan massa dengan menembakkan gas air mata dan air untuk memecah kerumunan

Akibatnya, massa terpencar ke berbagai arah, yakni ke Jalan Suryopranoto, Jalan Gadjah Mada, Jalan Hayam Wuruk, hingga Jalan Juanda. Asap putih mulai terlihat di sekitar lokasi. Sambil berlari, massa tetap melempar batu dan kaca.

Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) menggelar aksi unjuk rasa menolak pengesahan Undang-Undang Cipta Kerja di Istana Negara, hari ini.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa menuntut Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengeluarkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang (perppu) yang membatalkan UU Cipta Kerja.

BACA JUGA: Ribuan Buruh Demo di Jakarta, Produksi Pabrik Terhenti

“Secara narasi, kita sepakat menolak dan mengusahakan alternatif lain seperti JR (judicial review) dan mendesak Presiden untuk mengeluarkan perppu,” kata Koordinator Media Aliansi BEM SI, Andi

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Metro Jakarta Pusat Kompol Lilik Sumardi menyarankan pengguna jalan agar tidak melalui Simpang Harmoni. Dia mengatakan, kepolisian kini melakukan pengalihan arus sementara. Pengalihan ini bersifat situasional “Untuk sementara kami alihkan,” kata Lilik. (hud/lna)

Post Terkait

banner 468x60