Fraksi PPP Menolak Adanya RUU Ketahanan Keluarga

  • Whatsapp
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Rancangan Undang-Undang (RUU) Ketahanan Keluarga menjadi polemik. Karena banyaknya pertentangan dari para aktivis perempuan, dan belum sempat dibahas sudah mendapat penolakan dari masyarakat termasuk Fraksi di DPR RI.

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Achmad Baidowi mengatakan, kemungkinan RUU Ketahanan Keluarga tersebut tidak akan menjadi UU. Hal itu karena banyaknya penolakan dari masyarakat luas.

Baca Juga

Selanjutnya, Setelah Golkar, Fraksi PPP ikut menolak RUU Ketahanan Keluarga. Sekretaris Fraksi PPP ini mengatakan, kemungkinan besar PPP akan menolak RUU itu.

“Kami dari F-PPP menolak. Apakah menolak keseluruhannya? Belum tentu. Kami akan mengkaji secara mendalam di tingkat panja, silahkan fraksi-fraksi bersikap, menyampaikan pandangan-pandangannya secara resmi,” kata Achmad Baidowi saat ditemui wartawan di gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat 21 Februari 2020.

Anggota Komisi VI DPR itu menyebut, faktor yang membuat mereka menolak RUU Ketahanan Keluarga karena ada fraksi yang tidak tahu jika anggotanya menjadi salah satu pengusul. Fraksi yang dimaksud Baidowi adalah Fraksi Golkar.

“Bahkan ada beberapa Fraksi yang tidak mengetahui anggotanya menjadi pengusul. Lah itu sebenarnya menurut kami apologi saja, karena fraksi-fraksi sudah memberikan persetujuan ketika penyusunan prolegnas prioritas,” ujarnya.

Menurut pria yang akrab disapa Awiek ini, Prolegnas adalah judul naskah akademik semata, namun tidak menyentuh substansi draf RUU-nya.

“Karena draf RUU-nya baru disampaikan para pengusul pada saat kemudian, diantaranya misal para pengusul RUU itu menganggap perlu bahwa saat ini waktunya merepresentasikan ke baleg,” tuturnya.

RUU Ketahanan Keluarga sudah masuk dalam 50 RUU Prolegnas prioritas 2020. RUU yang menuai polemik itu diusulkan oleh lima anggota DPR, yakni: Ledia Hanifa (F-PKS), Endang Maria Astuti (F-Golkar), Ali Taher (F-PAN), Sodik Mujahid (F-Gerindra) dan Netty Prasetiyani (F-PKS).(via)