DPR Minta Pemerintah Tak Hanya Fokus Pelarangan Mudik, Kerumunan Wajib Diwaspadai

  • Whatsapp
COVID-19
Anggota Komisi IX DPR RI Elva Hartati
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Anggota Komisi IX DPR RI Elva Hartati meminta pemerintah tidak hanya fokus pada pelarangan mudik saja, namun juga pada tempat yang berpotensi menimbulkan kerumunan.

Menurutnya, selain mengantisipasi lonjakan pemudik yang memicu meningkatnya kenaikan angka kasus COVID-19, penerapan protokol kesehatan seperti menjaga jarak juga harus diperhatikan.

BACA JUGA: Antisipasi Kerumunan, Pemkot Malang Batalkan Pasar Murah – Nusadaily.com

“Saat ini, mudik telah dilarang sebagai antisipasi gelombang kedua Covid-19 seperti di India. Kita tak boleh lengah dalam menjalankan protokol kesehatan terutama physical distancing,” ujar Elva dalam siaran persnya, Kamis (6/5/2021).

Oleh karenanya, tempat yang berpotensi menimbulkan kerumunan seperti di pasar, pusat perbelanjaan, juga tempat wisata harus ada yang mengawasi.

BACA JUGA: Cegah Kerumunan, Satpol PP Kota Malang Sidak Pusat Perbelanjaan – Noktahmerah.com

Dikutip Nusadaily dari Kompas Elva mengatakan, pemerintah pusat perlu berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar meningkatkan kerja sama dengan pengelola untuk menempatkan petugas yang mengatur dan menertibkan jika terjadi kerumunan massa.

“Pemerintah harus tegas. Jangan hanya karena alasan faktor ekonomi, protokol kesehatan menjadi abai. Kasihan nakes kita yang tak henti berjibaku di garda terdepan penanganan Covid-19,” terang wakil rakyat dapil Bengkulu itu.

BACA JUGA: Pemkab Karawang Soroti Kerumunan di Pusat Perbelanjaan – Imperiumdaily.com

Selain itu, Elva juga meminta pemerintah mengusut tuntas dugaan mafia karantina di Bandara untuk mencegah mutasi varian virus baru masuk ke Indonesia.

“Di beberapa negara, Covid-19 sudah ada yang bermutasi. Kita tidak ingin mutasi virus tersebut masuk ke Indonesia. Untuk itu, pemerintah harus bertindak tegas dan usut tuntas oknum mafia karantina yang berlaku curang dan menciderai semangat melawan pandemi,” tutup Elva.(eky)