Dokter Spesialis Paru Minta Pasien COVID-19 Waspada Gejala Happy Hypoxia

  • Whatsapp
Happy Hypoxia
dr. Erlina Burhan
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Dokter spesialis paru di RSUP Persahabatan, Erlina Burhan, meminta pasien Covid-19 mewaspadai gejala happy hypoxia, yaitu penurunan kadar oksigen dalam darah tanpa mengalami sesak.

“Kalau sudah terjadi hypoxia dalam waktu yang cukup lama, pasien akan mengalami kesadaran menurun. Dan biasanya, akan fatal akibatnya,” ungkap Erlina, dalam diskusi di akun Youtube BNPB, Rabu 16 September 2020.

"
"

Baca Juga

"
"

Lebih lanjut, Dokter spesialis paru Erlina menjelaskan, hypoxia merupakan kurangnya oksigen dalam darah. Normalnya, orang akan mengalami sesak napas ketika kekurangan oksigen. Namun, rasa sesak itu tidak dialami pada beberapa pasien Covid-19, lantaran sudah terjadi kerusakan syaraf yang mengantarkan sensor ke otak.

“Sehingga otak tidak bisa mengenali, kejadian kekurangan oksigen di darah,” ucapnya.

Gejala happy hypoxia, kata Erlina, akan muncul jika pasien COVID-19, memiliki gejala berupa batuk terus menerus, demam, dan keluhan lemas. Jika warna bibir atau ujung jari sudah berwarna biru, hal itu menandakan saturasi oksigen sudah menurun.

“Segera larikan ke rumah sakit. Jangan tunggu biru kalau batuk bertambah, lemas, segera cek dengan pulse oksimetri. Kalau tidak punya, langsung ke rumah sakit,” jelasnya.

Selanjutnya, Erlina menuturkan, satu-satunya obat untuk mengobati gejala happy hypoxia, hanya dengan oksigen. Bgeitu kadar darah sangat rendah di kisaran 60 hingga 70 persen, pasien COVID-19 akan diintubasi dan masuk ventilator. (via)

Post Terkait

banner 468x60