Diduga Data Nasabah Bocor, Kominfo Minta Klarifikasi Kredit Plus

  • Whatsapp
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JAKARTA –  Kementerian Komunikasi dan Informatika telah meminta klarifikasi  dan laporan dari pengelola platform digital KreditPlus. Atas dugaan data breach yang mengakibatkan kebocoran data nasabah. Sekaligus mengambil langkah yang diperlukan untuk menjamin keamanan data pengguna.

"
"

Baca Juga

"
"

Hal ini disampaikan Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Semuel Abrijani Pangerapan Selasa (4/8) di Jakarta.  “Kami sudah bersurat ke Kreditplus untuk mengklarifikasi hal itu sekaligus  melaporkan ke Kominfo terkait isu kebocoran ini,” katanya.

Menurut Dirjen Aptika, sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE), KreditPlus memiliki kewajiban memenuhi Standar Pelindungan Data Pribadi yang dimuat dalam Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik, serta Peraturan Menteri Kominfo Nomor 20 Tahun 2016 tentang Perlindungan Data Pribadi dalam Sistem Elektronik. 

Kementerian Kominfo, menurut Dirjen Semuel mengimbau masyarakat tetap menjaga keamanan akun masing-masing. “Masyarakat sebaiknya rutin mengganti password dan tidak mudah percaya dengan pihak lain yang meminta password maupun kode OTP,” tandasnya. 

Sebelumnya  jika salah satu perusahaan Financial Kredit Plus diisukan jika data nasabahnya  diduga bocor dan diperjual belikan melalui salah satu situs.

Kabar tesebut di hembuskan oleh akun pengguna Twitter yang bernama Teguh Aprianto (@secgron). Dalam cuitannya dia juga mengunggah tangkapan layar di sebuah situs yang menjual data nasabah Kredit Plus.896 ribu data milik KreditPlus bocor dan dijual,” cuitnya.

OJK Sudah Konfirmasi ke KreditPlus

Seperti yang d lansir detik.com bahwa Deputi Komisioner Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB) II OJK Muhammad Ichsanuddin. Kalau dirinya mengaku sudah mengkonfirmasi langsung ke pihak KreditPlus.

“Ini kan isunya begitu, akurasinya nggak bisa dipertanggungjawabkan. Saya sudah langsung komunikasi dengan perusahaan,”katanya

Dia juga mengatakan pihak KreditPlus juga sudah melakukan audit menggunakan jasa pihak ketiga terkait kabar kebocoran data tersebut. Namun hasil audit tersebut tidak ditemukan adanya kebocoran ataupun pencurian data.

“Hasilnya sampai saat ini tidak ditemukan bukti adanya kebocoran data dan pencurian data. Itu atas dasar penjelasan pihak ketiga dari perusahaan,” tegasnya.(sir/aka)

Post Terkait

banner 468x60