Demo Jakarta Hari Ini, Massa Aksi Sampaikan Tujuh Tuntutan ke Pemerintahan Jokowi

  • Whatsapp
massa aksi uu
Aksi Massa yang melakukan Demo Hari ini Rabu 28 Oktober 2020 di Kawasan bundaran patung kuda. (Sirhan Sahri/Nusadaily.com)
banner 468x60

JAKARTA – Aksi unjuk rasa tolak UU Omnibus Law yang dilakukan oleh BEM SI bersama kaum Buruh yang menamakan diri Gerakan Bersama Rakyat (GEBRAK) Rabu, 28 Oktober 2020 sejauh ini berlangsung tertib.

Dari titik kumpul yang berada di kawasan Jalan Merdeka Barat, masing-masing perwakilan aksi melakukan orasi silih berganti menuntut dibatalkannya UU Cipta Kerja. Selain itu, mereka mereka meminta agar UU tersebut dicabut dan diganti dengan Perpu.

Baca Juga

BACA JUGA: BEM SI dan Kaum Buruh Hari ini kembali Turun Ke Jalan

Ketua Umum PP HIMA PERSIS Muhammad Iqbal Dzilal dalam orasinya menyampaikan, pemerintahan satu tahun persiden Jokowi banyak terdapat berbagai permasalahan dan terlalu menzholim. Tidak berpihak kepada Masyarakat. Maka dari itu dirinya sebagai pimpinan mengeluarkan tujuh butir ultimatum kepada pemerintahan saat ini.

Ketujuh ultimatum yang tersebut adalah tegakkan hukum dan tuntaskan kasus HAM, Keluarkan Perpu dan cabut UU Omnibus Law, hentikan oligasi politik di Indonesia, hentikan eksploitasi dan kapitalisasi sumber daya alam yang mengakibatkan bencana, hapuskan kapitalisasi pendidikan, stop refresip tindakan aparat kepada masyarakat yang menyeuarakan aspirasi  dan yang terakhir pemerintah agar lebih serius menangani permasalahan Covid 19.

“Jika tuntutan kami tidak dipenuhi maka kami akan mendatangakn massa yang lebih banyak lagi,” ujar Iqbal.

Sementara itu, Heru salah satu perwakilan ikatan Alumni Universitas Indonesia yang ikut berorasi mengatakan, dirinya dan teman-teman alumni sangat prihatin dengan kondisi pemerintahan sekarang yang tidak berpihak kepada masyarakat. Mereka seakan mengabaikan tuntutan masyarakat yang meminta di cabutnya UU Cipta kerja.

“Kami merasa pedului negara ini dan kami tidak ingin anak cucu kami ikut merasakan penderitaan yang kami rasakan sekarang ini,” ujar Heru.

BACA JUGA: Ada Aksi Unjuk Rasa di Patung Kuda, TransJakarta Modifikasi Sejumlah Rute

Sebelumnya, kaum buruh Gebrak melalui orasinya mengimbau kepada masyarakat untuk melakukan mogok kerja nasional yang akan dimulai tanggal 2 November 2020.

Saat berita ini ditulis, situasi masih terlihat terkendali. Walaupun di depan bundaran patung kuda terlihat aski bakar ban bekas oleh beberapa oknum mahasiswa. Pihak keamanan pun mulai berjaga jaga agar tidak terjadi kericuhan seperti aksi sebelum-sebelumnya. (sir/lna)

Post Terkait

banner 468x60