Begini Kata Ustad Soal Dicopotnya Kapolsek Kembangan Karena Gelar Pesta Pernikahan

  • Whatsapp
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Pernikahan adalah suatu hal sakral dan memang dianjurkan oleh semua agama, bahkan hukum menikah bagi Umat Islam menjadi wajib apabila pasangan sudah baligh, memiliki libido dan pekerjaan dengan penghasilan yang cukup, apalagi jika penghasilan sudah lebih dari cukup.

Hal tersebut disampaikan Ustad Rahmat, menanggapi hebohnya berita seorang Kapolsek yang dicopot, lantaran menikah dalam kondisi kewaspadaan agar virus corona tidak menyebar luas.

Baca Juga

“Hanya saja, pernikahan tetap harus melihat situasi dan kondisi. Termasuk kepatuhan kepada pimpinan, sebab negara ini ada presiden, tiap instansi ada pimpinannya,” ujar ustad Rahmat saat dihubungi NusaDaily.com di Jakarta, Rabu 2 April 2020.

Dijelaskannya, jika kondisi saat ini, memang seharusnya tidak melakukan acara yang memicu terjadinya kumpulan orang.

“Sholat saja ada fatwa yang menegaskan tidak apa-apa untuk tidak sholat Jumat berjamaah, bisa digantikan sholat dzuhur. Jadi apabila ada pasangan ingin menikah dalam situasi seperti sekarang ini, ya tidak apa-apa, selama tidak ada pesta, keramaian yang dilarang pemerintah,” tuturnya.

Hukum Melarang Pernikahan

Ustad Rahmat menerangkan mengenai hukum yang melarang pernikahan, dimana orang tua yang melarang anaknya menikah bisa diperbolehkan, namun juga bisa haram.

“Ini tergantung pada alasannya, sebab orang tua memang mempunyai hak untuk menolak atau menerima calon menantunya dan penolakan harus didasari oleh alasan-alasan yang jelas dan syar’i, yakni jika tidak seagama, akhlaknya buruk suka mabuk, judi, pencuri, pembunuh dan keburukan lainnya, serta apabila masih ada hubungan mahram,” paparnya.

Kemudian, lanjut ustad, jika ia belum mempunyai pekerjaan sama sekali atau masih menganggur maka boleh ditolak. Sebab dikhawatirkan tidak sanggup menafkahi saat dalam rumah tangga, yang kerap menjadi pemicu terjadinya perceraian.

“Tapi orang tua, tidak bisa menolak jika si lelaki telah memiliki pekerjaan walaupun hanya serabutan maka hal itu tidak boleh dijadikan alasan penolakan. Dan kalau si anak telah mencapai usia yang cukup dan baligh, sudah mampu secara finansial dan mental, maka orang tua wajib menikahkan anaknya. Terlebih lagi jika si anak telah memiliki calon maka tidak boleh orang tua melarang hanya karena alasan duniawi,” pungkasnya.

Sebelumnya Kapolsek Kembangan, Jakarta Barat, Kompol Fahrul Sudiana menggelar pesta pernikahannya dengan Rica Andriani di sebuah hotel mewah pada 21 Maret 2020.

Pemerintah baik itu Presiden atau Kapolri tidak melarang pernikahan, namun sudah membuat larangan bagi masyakarat untuk menyelenggarakan acara yang melibatkan banyak orang di tengah wabah virus corona ini. Akhirnya Kompol Fahrul Sudiana kehilangan jabatannya sebagai Kapolsek Kembangan.(dan)

Post Terkait

banner 468x60