Bawaslu Depok: Kampanye Pilkada dalam Jaringan, Minim

  • Whatsapp
Kampanye Bawaslu Depok
Kantor Bawaslu Kota Depok. (Tangkapan Layar Google Map)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – DEPOK – Koordinator Divisi Hukum, Data Informasi, dan Humas Bawaslu Kota Depok Andriansyah menyatakan kampanye Pilkada Depok dalam jaringan yang dilakukan pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok masih sangat minim.

“Tahapan Kampanye Pemilihan Walikota dan Wakil Wali Kota Depok telah berjalan lebih dari dua pekan dan masih akan bergulir hingga 5 Desember 2020, namun masih minim dilakukan kampanye dalam jaringan,” kata Andriansyah di Depok, Sabtu.

Baca Juga

BACA JUGA : Tewas Gantung Diri! Cai Changpan Napi Kabur dari LP Tangerang

Bawaslu Kota Depok beserta jajaran Panwas Kecamatan dan Kelurahan melakukan pengawasan terhadap seluruh pelaksanaan kampanye pasangan calon.

Ia berharap pasangan calon bisa memanfaatkan lebih banyak lagi kampanye dalam jaringan untuk menghindari kerumunan sehingga terhindar dari penularan COVID-19.

Adriansyah menjelaskan dari 217 kegiatan kampanye, metode pertemuan tatap muka dan dialog masih mendominasi dengan persentase sebesar 84 persen, kemudian 9 persen pertemuan terbatas.

Menyusul dengan penyebaran bahan kampanye (metode penyebaran bahan kampanye langsung berupa door to door atau direct selling) sebesar 7 persen dan nihil untuk kampanye pertemuan dalam jaringan (daring).

Dalam penyebaran bahan kampanye, terlihat leaflet, masker, dan kalender menjadi bahan kampanye paling populer yang dibagikan oleh peserta pemilihan melalui tim kampanye. Relawan maupun pihak lain yang melakukan kampanye untuk mendukung pasangan calon. Selain bahan kampanye tersebut ada pula korek api, goddybag, dan bros yang dibagikan.

BACA JUGA : Gagah Soeryo Pamoekti: Mahasiswa Turun Jalan Masih Relevan di Era Industri 4.0

Bawaslu melakukan pengawasan tahapan kampanye ini adalah memastikan kepatuhan peserta pemilihan tidak melakukan hal yang dilarang dalam pelaksanaan kampanye. Sebagaimana yang diatur dalam peraturan perundang-undangan serta giat kampanye tersebut mematuhi standar protokol COVID-19.

Bawaslu Kota Depok merangkum dan menganalisis hasil pengawasan kampanye dalam 10 hari kedua. Terhitung sejak tanggal 6 Oktober hingga 15 Oktober 2020.

Kampanye Tersebar se-Kota Depok

Berdasarkan data pengawasan yang terkumpul, terdapat 217 kegiatan kampanye yang tersebar di seluruh kecamatan se-Kota Depok. Secara kuantitatif, Kecamatan Sawangan menjadi kecamatan dengan frekuensi terbanyak terselenggaranya kegiatan kampanye pada 10 hari kedua, yaitu
sebanyak 33 kegiatan.

Sedangkan Kecamatan Limo masuk dalam kategori yang paling sedikit terselenggaranya kegiatan kampanye hanya ada 6 kegiatan.

“Kami menemukan 15 pelanggaran protokol kesehatan COVID-19 selama masa kampanye 10 hari kedua periode 6 Oktober hingga 15 Oktober 2020,” katanya.(ros)

Post Terkait

banner 468x60