Bantu Pariwisata Bali Turut Pulihkan Ekonomi Nasional

  • Whatsapp
Ilustrasi: Sejumlah warga dengan alat pelindung dan masker di wajahnya berjalan di pinggir danau saat turut berkunjung pada pembukaan objek wisata Ulun Danu Beratan, Tabanan, Bali, Senin (20/7/2020). . ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/aww.
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Fathan mengatakan Bali merupakan daerah pariwisata yang banyak dikunjungi oleh turis baik domestik maupun mancanegara, maka membantu kinerja pariwisata Bali juga turut memulihkan ekonomi nasional.

“Karena Bali merupakan daerah pariwisata nomor satu di Indonesia, maka impact luar biasa dari segi tourism, makanan, transportasi, dan jumlah tenaga kerja yang diserap sangat berdampak di masa pandemi COVID-19. Dengan pariwisata kita tingkatkan maka otomatis recovery nasional akan tercapai,” kata Fathan dalam rilis di Jakarta, Senin.

Baca Juga

BACA JUGA : Bali Cycling Marathon 2021 Dukung Pemulihan Pariwisata Bali – Nusadaily.com

Fathan sebelumnya telah memimpin pertemuan Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi XI DPR RI dengan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso beserta jajaran dan mitra kerja terkait di Nusa Dua, Bali, 10 April 2021.

Fathan mendukung pemerintah agar mencari solusi dan dukungan pendanaan baik dari skema kredit pariwisata maupun program-program untuk pariwisata dari seluruh kementerian dan lembaga untuk menumbuhkan perekonomian di Provinsi Bali, sebagai upaya memulihkan perekonomian.

Ia menyatakan optimistis Bali bisa memberikan kontribusi yang cukup signifikan. Untuk pertumbuhan ekonomi nasional yang ditargetkan mencapai 4,5-5,5 persen pada tahun 2021.

BACA JUGA : Wagub Optimistis Peta Jalan Pariwisata Sulut Tetap Terbuka – Imperiumdaily.com

Ia juga menekankan pentingnya untuk menggenjot peran kredit, sektor konsumsi, dan sektor rumah tangga.

Sebelumnya, Asisten Deputi Investasi Strategis Kemenko Kemaritiman dan Investasi Bimo Wijayanto mengungkapkan perkembangan rencana pemerintah untuk menjadikan Bali sebagai hub wisata medis dan kesehatan atau health tourism.

Wisata Medis Indonesia

Bimo mengungkapkan pengembangan wisata medis di Indonesia akan dilakukan dengan pembangunan rumah sakit internasional. Untuk penanganan penyakit-penyakit spesifik seperti kanker dan tumor.

BACA JUGA : Staycation Diharapkan Dorong Pariwisata dan Ekonomi Lokal – Beritaloka.com

“Pembicaraan di ministerial level (tingkat menteri) sudah dilakukan terkait pembangunan rumah sakit yang khusus. Selanjutnya, strategi eksekusi akan sesegera mungkin diturunkan ke level teknis,” katanya.

Bimo menjelaskan alasan Indonesia untuk mengembangkan wisata medis, di mana berdasarkan rilis Bank Dunia, 60 persen turis yang datang ke Malaysia dan 45 persen turis yang datang ke Singapura adalah WNI yang melakukan pemeriksaan medis dan pengobatan.

Dengan tingginya aktivitas masyarakat yang melakukan pariwisata dengan alasan kesehatan. Maka pemerintah pun melihat peluang tersebut untuk mendorong wisata medis di dalam negeri.

Pemilihan Bali sebagai salah satu tujuan health tourism, lanjut Bimo, juga bukan tanpa alasan. Pasalnya, berdasarkan Roland Berger Research, disebutkan bahwa Jakarta, Medan, dan Bali merupakan tiga kota yang sangat potensial menjadi wellness and health tourism hub di Indonesia.(lal)