Ba’asyir Bebas, Sahroni: Beliau Sudah Sepuh, Biarkan Menikmati Kebebasan

  • Whatsapp
sahroni ba'asyir
Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni. (Net)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni mengingatkan pemerintah agar memberi kesempatan terpidana kasus terorisme Abu Bakar Ba’asyir untuk menikmati kebebasannya, pasca menjalani hukuman penjara lima belas tahun lamanya.

“Soal kebebasannya ini, kita berikan beliau kebebasan dululah buat menghirup udara segar dari hukuman yang sudah dijalani selama lima belas tahun,” ujar Sahroni dalam keterangannya Kamis (1/7), sehubungan dengan pernyataan pihak BNPT dan Polri yang memastikan tetap mengawasi Ba’asyir meski sudah bebas.

Baca Juga

BACA JUGA: Sahroni Nilai Upaya Pembentukan FPI Baru Harus Jadi Perhatian Pemerintah

“Lagi pula usia beliau sudah sepuh, biarkan dia menikmati kebebasan layaknya warga negara yang emang baru bebas penjara,” lanjut Sahroni.

Diketahui, Abu Bakar Ba’asyir (ABB) akan menghirup udara bebas pada Jumat (8/1) besok. Tokoh Jamaah Islamiyah (JI) itu akan bebas murni setelah menjalani hukuman 15 tahun penjara terkait dukungannya terhadap pelatihan aksi terorisme di Aceh.

Menurut legislator Partai Nasdem ini, meski ABB terpidana kasus terorisme, pengawasan yang dilakukan juga harus memperhatikan hak kebebasan sebagai warga negara.

“Pengawasan bisa dilakukan dari jauh atau pakai teknologi yang canggih yang selama ini emang kepolisian miliki,” sebut Sahroni.

Dia pun berharap pihak Polri, khususnya BNPT juga tidak memberikan justifikasi dan menolak intervensi.

“Yang pasti kita tidak boleh menjustifikasi dan tidak boleh mau diintervensi oleh asing juga. Pokoknya kita beri kebebasan seluas-luasnya, namun juga tetap dengan pengawasan yang sedemikian rupa,” sambung politikus yang terkenal sebagai Crazy Rich Tanjung Priok ini.

BACA JUGA: Ahmad Sahroni : Tantangan Kapolri Baru Utamakan Keadilan Masyarakat

Bahkan, kata Sahroni, guna membantu berjalannya program deradikalisasi di tanah air, tidak ada salahnya bila pemerintah merangkul Baasyir untuk mendapat masukan terkait program tersebut.

“Kan BNPT juga bisa meminta masukan pada semua pihak terkait langkah ke depan dari upaya deradikalisasi di tanah air. Karenanya dalam hal ini, BNPT harusnya juga merangkul (ABB), tidak hanya mengawasi,” pungkas Sahroni. (lna)